AES 745 Delapan Belas
joefelus
Thursday June 8 2023, 2:06 AM
AES 745 Delapan Belas

Walau belum pukul 7 pagi, Matahari sudah tinggi. Saya duduk di kantor sendirian, orang pertama yang tiba di gedung. Saya tiba di kantor 1 jam lebih awal karena tadi pagi harus mengantar Nina bekerja yang kebetulan mendapat shift sangat pagi. Daripada pulang, saya memutuskan untuk langsung ke kantor membuat kopi dan memanaskan sarapan berupa kue ku atau kalau di Jawa Barat diberi nama kue Cikak buatan salah seorang teman di acara kumpul-kumpul beberapa hari yang lalu. Lalu duduk menghadapi komputer sambil sarapan.

"You are legally a grown up now. You now can go to jail." kata saya bercanda.

"What the heck! Is that how you say happy birthday to me? You are so mean! I will tell everybody at work tomorrow about how you treat your son!" kata Kano sambil terbahak-bahak.

"Nooo.. It did not mean that!" Timpal saya juga sambil terbahak-bahak. "Before today if you did a crime you would go to juvenile detention facilities, but now they will send you to jail." Kata saya menjelaskan.

"I know what you meant! Like I will commit crime. You are just so mean to me!" Kano tetap membantah sambil terus tertawa.

Saya terus tersenyum mengingat kembali percakapan kami di rumah semalam sesudah dia saya jemput dari tempat kerja. Kemarin Kano berulang tahun. Kano sudah menunggu di depan tempat kerjanya sambil membawa sebuah kotak dan beberapa amplop.

"I got 2 birthday cards. One from Oom Aris and one from Gage." Katanya

"And what's in the box?" Tanya saya

"Fruit tart from Oom Aris. I also got some money from him." Katanya sambil menunjukkan selembar uang.

Saya diperlihatkan dengan kartu-kartu ulang tahun yang sudah ditandatangani hampir semua staff di tempat Kano bekerja. Saya kenal semuanya. Rata-rata mengucapkan selamat dan ada yang mengucapkan selamat telah bisa vote. Ada yang mengucapkan selamat sudah mencapai usia legal sebagai orang dewasa. Umur 18 tahun memang dianggap legal, sudah dapat bertanggungjawab, dapat mempunyai kartu kredit dan mempunyai akun bank sendiri tanpa consent dari orang tua. Intinya sudah bisa mandiri. Dan... seperti saya katakan pada dia, jika dia melakukan tindakan melawan hukum dia sudah bisa dipenjara! Hahahaha

Menurut para psikolog, di usia 18 mereka merasakan kombinasi antara excitement dan kekhawatiran tentang masa depan. Mereka cenderung lebih fokus pada teman-temannya, kehidupan sosial dan masa depan. Kalau saya amati dunia Kano memang begitu. Untungnya sekarang jaman teknologi, sehingga walau secara fisik peer group nya bubar, tapi mereka bisa ngobrol dan bermain setiap hari. Menurut Kano seorang temannya pindah ke New Zealand, seorang ke Oregon, seorang lagi ke California, pokoknya mereka semua tersebar ke mana-mana, saya lupa satu persatu kemana saja. Jaman saya pasti jauh berbeda, sesudah SMA kebanyakan bubar kehilangan kontak, untunglah kemudian ada media sosial di internet yang kembali menyatukan kami.

Ketika berusia 18, hampir di semua states di Amerika, mereka menjadi legal adult. Artinya mereka dapat vote, menandatangani kontrak atau masuk militer. Secara hukum mereka tidak lagi membutuhkan orang tua untuk mensupport mereka dan mereka dianggap sudah mampu bertanggungjawab akan semua tindak tanduknya. Walau demikian sebagai orang tua, saya dan Nina masih berharap dapat membantu tapi sekarang jauh lebih terbatas. Seperti misalnya kami orang tua tidak lagi diperkenankan menelepon profesor di kampus berkaitan dengan urusan akademiknya. Mereka harus melakukannya sendiri. Dalam hal ini masih banyak berbeda dengan di Indonesia. Oleh sebab itu pihak universitas merasa heran ketika suatu waktu pihak Universitas di Indonesia mengontak Universitas tempat Nina kuliah di Amerika hahahaha. Secara legal itu tidak dapat diterima, tapi saya mengerti bahwa hal ini memang tidak dikenal di Indonesia.

Menjadi orang tua untuk "anak" berusia 18 tahun itu sangat unik. Kami harus mampu menyeimbangkan antara memandu dia menuju kemandirian tapi masih harus tetap menjaga mereka agar tetap aman dan terdukung. Seorang profesor psikologi dan pediatrik dari New York, Aliza Pressman pernah berkata," Teenagers can be all gas and no brakes, and that's scary, which is why it's so important to keep an open, honest dialog with them."

Sekarang yang harus kami kerjakan adalah mempersiapkan Kano untuk siap tinggal sendiri dan mulai dengan lembar baru dalam kehidupannya. Banyak anak-anak di usia itu merasa belum siap untuk hidup mandiri sebagai orang dewasa. Ada beberapa hal yang rencananya akan kami lakukan dalam mempersiapkan Kano. Akan saya coba jabarkan di esai yang akan datang.

Foto credit: pixels.com