Saya sedang duduk menghadapi komputer. Hari ini belum menyelesaikan kewajiban saya menulis karena kemarin begitu sibuk lalu dilanjutkan dengan menghabiskan malam bersama teman-teman di pusat kota. Ada salah seorang rekan berulang tahun jadi kami makan malam lalu menghabiskan sisa hari sambil duduk minum-minum dan menonton orang-orang yang bernyanyi karaoke. Saya pulang lewat tengah malam sehingga sudah tidak mampu lagi untuk menulis.
Tidur hanya beberapa jam lalu terbangun karena bunyi alarm. Tadinya saya pikir Nina tidak ada jadwal kerja, ternyata dia harus berangkat, jadi saya juga ikut bersiap-siap. Mobil belum diperbaiki sehingga lebih baik saya yang selalu bersama kendaraan. Tidak lama kemudian saya sudah kembali berada di rumah. Lapar karena belum sarapan, saya buka kulkas dan sarapan dengan apa yang saya temukan di dapur. Sederhana tapi istimewa karena ini jarang dijumpai, sambal teri dengan petai dan telur asin! Ini makanan mewah hahahaha..
Sambil sarapan saya mulai berpikir akan menulis apa, saya masih punya waktu sekitar 2 jam untuk menulis. Tiba-tiba telepon saya berbunyi. "Tolong lihat pesan di WA." terdengar suara Nina di seberang sana. Saya matikan panggilan telepon lalu melihat pesan."Hey, can you help me to move to pavillion? Mereka butuh orang, daripada di Ingersoll ga ngapa-ngapain." Begitu bunyi pesan Nina.
"Ok. 10 menit. Aku harus ganti pakaian dulu." Kata saya yang memang sesudah pulang mengantar Nina tadi saya langsung ganti pakaian dengan pakaian rumah. 10 menit kemudian saya sudah sibuk membantu Nina pindah dari tempat kerja dia di gedung yang bernama Ingersoll untuk pindah ke gedung lain yang bernama Pavillion. Gedung-gedung itu jauh bersebrangan dipisahkan oleh lapangan yang sangat luas. Lebih mudah dan lebih cepat jika berkendaraan. Beberapa saat kemudian saya sudah di rumah lagi untuk menyelesaikan tulisan saya yang tadi masih belum dimulai.
“The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why,” (Mark Twain)
Ini kalimat yang saya tidak sengaja temukan pagi ini. Sebuah kalimat sederhana tapi membutuhkan waktu yang sangat panjang dan pemikiran yang serius untuk menanggapinya. Kelahiran merupakan awal dari kehidupan seseorang. Itu penting. Tidak dapat disangkal lagi bahwa hari kelahiran adalah awal dari segala sesuatu. Tanpa hari itu maka kita tidak akan pernah ada. Jadi tidak perlu disangkal lagi bahwa itu memang hari yang paling penting, paling spesial.
Lalu? Hahaha.. ya lalu kita menghabiskan seluruh perjalanan hidup kita untuk mereka-reka alasan apa kita dilahirkan. Apa tujuan hidup kita, apa yang harus kita pilih supaya kehidupan kita itu berarti. Kenyataan yang kita hadapi adalah kehidupan begitu luas, banyak sekali pilihan yang ada di sana dan keputusan yang kita ambil akan menentukan segala-nya. Kalau ada orang yang berkata bahwa dia tidak punya pilihan, itu salah besar. Pilihan itu tidak terbatas, begitu banyak, tapi kita sendiri yang menbuatnya begitu terbatas, sampai akhirnya berbuntut dan berakhir dengan keterbatasan. Lucu bukan?
Mencari hari spesial yang kedua itu merupakan sebuah perjalanan yang sangat panjang. Sering kita merasa sudah menemukan tujuan dan menganggap hari spesial kedua itu sudah tiba, ternyata tidak begitu. Pilihan berikutnya membuat mata kita terbuka dan kemudian menyadari bahwa ada hal yang lebih baik untuk dijadikan tujuan hidup. Begitu seterusnya dari satu hal ke hal yang lain. Lalu yang mana tujuan hidup itu?
Mungkin ada betulnya apa yang dikatakan oleh Mark Twain di atas. Tapi saya punya pendapat yang berbeda. Buat apa kita sibuk mencari dan mengejar hari yang ke dua itu lalu lupa bahwa sebetulnya yang lebih berarti adalah perjalanannya! Daripada saya memusatkan pikiran pada satu titik di depan yang mungkin saja tidak akan pernah tergapai, atau bahkan titik itu bukan tujuan yang sebenarnya, lalu lupa akan kebahagiaan dan kenikmatan saat-saat kita melakukan perjalanan menuju titik itu, menurut saya akan lebih menyenangkan jika semata-mata menikmati saja perjalanan itu.
Seperti pagi ini. Saya menikmati hari kedua itu, yaitu membantu orang lain. Kenapa tidak? Saya hari ini menikmati perjalanan hidup sebagai orang yang berguna, yang dapat membantu orang lain. Nanti siang mungkin beda lagi, juga besok, juga hari-hari selanjutnya. 2 hari paling penting dalam hidup saya adalah hari ketika saya dilahirkan dan hari-hari berikutnya ketika saya berusaha menjadikan hari lahir saya itu menjadi tidak sia-sia.