AES 1292 Sekarang Mah Mudah
joefelus
Thursday January 2 2025, 11:08 AM
AES 1292 Sekarang Mah Mudah

"Dad, what's the size of my bed?" Tanya Kano melalui WA ketika saya bangun pagi.

"Which one? The one you have in Fort Collins or in Bandung?" Tanya saya

"Both." Jawabnya

"Mom knows, I'll ask." Kata saya.

Kalau urusan angka, hal-hal detail. Nina memang saya jadikan andalan sebab saya paling parah kalau urusan angka, sementara saya nomor telepon pribadi saja tidak ingat. Mangkanya sangat mengherankan selama lebih dari 20 tahun terakhir karir saya selalu berhubungan dengan angka. Saya jadi ingat peristiwa puluhan tahun yang lalu ketika saya harus berhubungan dengan polisi karena salah seorang customer saya tidak mau atau tidak mampu bayar.

"You don't remember your restaurant's phone numbe?. Aren't you the manager?" Tanya polisi tidak percaya sambil menahan tawa.

"It's on my cellphone's speed dial so I don't have to memorize it." Kilah saya.

Memang betul saya selalu menyimpan banyak hal sebagai pengingat di telepon genggam sebab saya selalu mengalami masalah jika berurusan dengan angka, bahkan nomor pin kartu kredit atau kartu ATM saja saya sering lupa!

Nah, kerennya, urusan seperti itu saya punya pakarnya di rumah. Yaitu Nina. Segala urusan pernak-pernik dia yang menangani. Misalnya jika kami akan berpergian, Nina punya daftar barang yang perlu disiapkan. Biasanya Nina menuliskan di aplikasi Keep yang dibagikan pada saya, sehingga ketika berkemas tinggal mengikuti daftar yang sudah Nina buat. Demikian juga urusan itinerary, Nina menyusun segala sesuatu secara detail. Saya nanti tinggal bagian angkut-angkut saja hahaha..

"It's 120cm x 200 cm," Jawab Nina ketika dia sudah bangun.

"A 120 x 200 cm bed is a small double bed, also known as a twin bed. It's a good choice for people who want a larger bed than a single bed but still have limited space. It's also a good option for older children or young adults." Sambungnya lagi sambil juga mengirimkan gambar berbagai ukuran tempat tidur.

Saya mana tahu urusan semacam itu. Mungkin saya akan lebih serius berpikir jika akan memesan kamar hotel. Mau yang 2 queen atau 1 king, misalnya. Kalau pergi bertiga dengan Kano biasa saya memilih 2 tempat tidur sementara kalau hanya berdua saya memilih 1 tempat tidur, sementara ukuran detailnya saya sama sekali tidak tahu.

Entah mengapa Kano tiba-tiba bertanya tentang tempat tidur. Tapi buat saya itu tidak penting. Bisa membaca pesan atau mendengarkan suara Kano saja sudah sangat membahagiakan. Natal dan tahun baru kemarin terasa sangat berbeda dan tidak menarik seperti sebelumnya karena keluarga kami tidak lengkap. Malam tahun baru malah kami tidak keluar rumah walau ada beberapa ajakan untuk bergabung merayakan pergantian tahun bersama-sama. Saya lebih memilih diam di rumah dan merenung.

Untunglah saya hidup di jaman sekarang dimana teknologi membuat hidup jauh lebih mudah dibandingkan dengan 2 atau 3 dasawarsa sebelumnya. Walau tempat tinggal kami sangat berjauhan, teknologi dapat mengurangi kendala ini. Kalau dulu rasa kangen keluarga sulit dijembatani karena komunikasi sangat sulit, telepon begitu mahal atau surat begitu lama, sekarang kami bertiga mampu berkomunikasi kapan saja, dimana saja dengan biaya yang sangat minim. Saya dulu harus pergi ke kios telepon untuk sambungan internasional dan berbicarapun harus dibatasi karena mahal, sekarang hampir tidak ada biaya, jadi rasa kangen juga dengan mudah terobati. Ya, sekarang mah mudah.

Foto credit: businessprotech.com