AES 822 Menyusun Menu
joefelus
Thursday August 24 2023, 11:12 AM
AES 822 Menyusun Menu

Lebih dari seminggu tidak ngantor membuat saya betul-betul bosan dan merasa kehilangan suasana kantor dan teman-teman. Pekerjaan saya selama "liburan" ini hanya  urusan domestik, menyiapkan segala sesuatu yang nanti akan dibutuhkan pasca operasinya Nina, serta antar jemput Kano ke dan dari tempat kerja. Ini bukan hal yang baru, sejak Kano kecil selama bertahun-tahun saya sudah melakukan hal ini. Jadi sudah punya pengalaman hahahaha..

Saya juga berusaha mengumpulkan ide menu untuk Nina selama masa penyembuhan nanti. Jadi saya mulai membayangkan makanan yang mungkin nanti bisa disajikan sambil "merawat" Nina. Jadi saya akan berusaha menjadi perawat full time. Tentu saja saya merenung dan mencari-cari hingga tanpa sengaja mulai menelusuri kembali jenis makanan apa saja yang sudah pernah saya nikmati, terutama yang berkesan.

Saya menyukai chili, itu sudah saya masukkan ke dalam daftar menu. Chili yang biasa saya buat adalah chili con carne, daging cincang yang saya masak dengan garlic dan bawang bombay, lalu beberapa bubuk rempah-rempah seperti chili powder, oregano dan sebagainya, lalu tomat dan juga kacang merah. Masakan ini enak sekali jika dinikmati dengan nasi dan sosis. Ya, memang chili saya dipengaruhi gaya "Asia" karena pakai nasi. Mungkin saya akan coba juga membuat gumbo ala New Orleans, atau rice and beans. Lihat saja nanti mood nya seperti apa.

Lalu saya mulai membayangkan Seafood Stew. Nah ini mungkin agak repot buat Nina makan karena dia akan banyak berada di tempat tidur selama beberapa minggu. Tapi membayangkan seafood yang dibuat stew sangat menggugah selera (terus terang saya tidak tahu stew itu padanannya apa dalam bahasa Indonesia, mirip-mirip sup gitu, masa setup sih? Saya tidak tahu) Saya ingat tahun 1999 ketika melakukan perjalanan ke 13 states. Saya mampir ke kota kecil di state of New York, nama kotanya Saugherties, sekitar 15 menit dari Woodstock atau 2 jam perjalanan dari New York City. Di kota itu saya dan Nina dijamu oleh salah seorang ayah teman kami. Seafood stew. Ini mungkin stew terenak yang pernah saya rasakan. Saya ingat kuahnya yang berempah dengan rasa tomat. Itu seingat saya malam pertama kami berada di kota kecil itu.

Tentunya saya masih sangat muda dan masih agak kampungan. Terlalu lama tinggal di kota-kota besar sehingga lapar akan kehidupan di desa atau kota kecil. Saugherties adalah kota sangat kecil dengan p[opulasi sekitar 19 ribu orang, dekelilingi oleh hutan, saya begitu bersemangat mencoba menjumpai hewan liar. Hari itu saya melihat ratusan kijang di salah satu reservoir dengan padang rumput yang sangat luas. Katanya banyak kalkun liar dan beruang di daerah sana tapi saya tidak melihat satupun, bahkan sempat tertipu ketika pulang pada suatu malam ada seekor kalkun di halaman tetangga rumah. Kami mengendap-endap mendekat berusaha tanpa suara, ketika tiba beberapa meter darinya, kami baru sadar ternyata itu sebuah patung! Hahahaha..

Yah, memang banyak hal-hal lucu dan seru yang pernah saya alami dalam hidup. Banyak cerita yang kadang tidak masuk akal yang pernah saya jalani. Hidup penuh dengan dinamika, naik dan turun serta susah dan senang. Kalau dipikir-pikir itu semuaengalaman itu membuat saya sangat kaya. 

Sebelum melantur terlalu jauh, saya harus kembali ke tugas saya menyusun menu. Oh ya, Nina dan Kano sangat suka pasta. Saya sendiri bukan penggemar makan Italia, walau untuk membuatnya saya tidak keberatan. Pasta sama sekali tidak sulit, terserah mereka ingin menggunakan saus yang krimi menggunakan heavy cream atau saus berbahan tomat. Mau daging, seafood, bebas. Itu sudah saya masukkan dalam daftar juga. Mereka juga menyukai kari jepang. Ini juga mudah membuatnya apalagi saya punya persediaan kari dalam bentuk blok, tinggal dilarutkan dan dimasak dicampur dengan sayuran dan pilih protein. Tidak masalah.  Sudah ada sekitar 10 calon hidangan yang sudah saya masukkan daftar termasuk Szechuan chicken, saya punya ayam di freezer, ada szechuan pepper juga sekantong di lemari bumbu. Tidak sulit membuatnya, segala jenis tepung juga saya punya. Mungkin hanya perlu membeli cabe paprika dan daun bawang. Lalu kapan makan hidangan Indonesia? tenang saja, saya punya stock tempe banyak sekali, bumbu dapur juga sudah ada yang dibekuka seperti lengkuas, serai bahkan daun jeruk. Aman! Tinggal menunggu perintah pasien mau dibuatkan apa dan saya tinggal lari ke dapur mengeksekusi hehehehe..

Foto credit: taste.com.au