AES 867 PIsang Sale, Brem, Kacang Garing & Kesemek Sepet
joefelus
Sunday October 8 2023, 12:07 PM
AES 867 PIsang Sale, Brem, Kacang Garing & Kesemek Sepet

Pertanyaan cliche setiap hari: Mau menulis apa hari ini? Terjadi lagi. Kemarin sudah nulis sesuatu yang tidak berisi, hanya cerita saja tentang kegiatan yang saya jalani seharian. Hari ini sama saja, tidak ada ide. Lagi-lagi saya mutar kesana-kemari, mencari kata kunci, memutar otak untuk menemukan sesuatu: Nihil, kosong, Nada!

Sambil terus berusaha saya mulai mengumpulkan cemilan yang saya baru beli pagi tadi. Ada kerupuk gendar, kacang garing, panada, baso goreng, pisang sale dan kesemek. Memasuki musim gugur, kesemek mulai muncul di toko-toko Asia. Kesemek atau persimon adalah buah yang paling saya gemari karena rasa dan teksturnya. Kalau ada sederetan buah-buahan yang harus saya pilih, pasti kesemek dan mangga menjadi buah pilihan utama, lalu lengkeng, rambutan, baru kemudian buah buahan yang lain. Nah tadi pagi saya membeli sesemek atau persimon. Tidak sabar untuk mencobanya.

Saya dan seorang sahabat tadi pagi memang pergi ke luar kota, namanya kota Aurora, sedikit di sebelah selatan agak ke sebelah tenggara kota Denver. Jauhnya sekitar 70 miles atau sekitar 112 km. Tujuan utama: belanja kebutuhan dan makanan sehari-hari. Setiap hari Sabtu ada toko yang khusus menjual produk Indonesia, menyediakan masakan yang dibuat oleh warga Indonesia. Ada nasi padang, gudeg, ayam taliwang, sate, lupis, dadar gulung, mie ayam dan banyak lainnya. Nah saya sudah membawa daftar yang Nina inginkan: baso goreng, kerupuk gendar, rempeyek, dan brem. Tahu brem? Setahu saya itu jajanan khas daerah Jawa timur, merupakan sari dari ketan yang sudah difermentasi, jadi rasanya mirip tape tapi bentuknya seperti lempengan berwarna putih/krem lalu jika ditaruh di atas lidah langsung lumer dan memberikan cita rasa mirip tape. Nah jaman sekarang apa sih yang tidak bisa diperoleh di Amerika? jaman sekarang semua mudah diperoleh asal punya uang hahaha. Harganya memang luar biasa, tapi namanya juga obat kangen, istri saya, Nina, khan orang Jawa Timur, jadi ya pasti kangen makanan khas sana.

Jaman sekarang sangat berbeda dengan puluhan tahun lalu. Saya ingat sekali dahulu, 20 tahun lalu, ketika pergi ke kantor konsulat jenderal di Los Angeles untuk memperpanjang paspor, saya mampir ke toko koperasi Dharma Wanita. Mereka menjual sayur asem lengkap dengan makanan lain lalu ada teh botol! Saya makan seperti orang kelaparan dan minum teh botol beberapa botol seperti orang kehausan dan tidak minum beberapa hari! Hahaha.. Teh botol tidak pernah saya jumpai sekian lama, begitu lihat di kulkas koperasi saya langsung minum sampai habis, masih kurang ambil botol baru saya habiskan lagi. Nah itu karena kangen dan saat itu barang langka. Sekarang bisa dengan mudah menemukan teh kotak! 7 tahun lalu ketika saya baru sampai di Colorado melihat teh kotak juga kalap hahaha.. Sekarang semua serba mudah, asal.. sekali lagi, asal punya uang! Hahaha..

Kemarin saya cerita bahwa suka dengan pisang sale. Tapi yang kemarin produk Thailand. Pagi ini saya menemukan produk Indonesia. Ternyata rasanya jauh berbeda. Produk Indonesia ada bau asapnya. Langsung saya cari tahu, ternyata memang cara mengolahnya dengan diasap dengan kayu bakar. Nah itu yang berbeda dengan produk Thailand yang hanya dikeringkan dengan sinar matahari palsu karena dibuat didalam pabrik. Saya lebih suka produk Indonesia karena jauh lebih khas dengan bau asapnya.

Kacang-kacangan adalah cemilan kegemaran saya. Untuk yang satu ini saya sangat rewel. Banyak produk Indonesia tapi untuk saya agak terlalu manis. Saya menyukai kacang bawang, jadi rasanya harus asin dan mempunyai aroma bawang putih, kalau bisa ada bawang putihnya juga. Sulit menemukan yang sesuai dengan selera. Hari ini saya menemukan satu yang sangat saya sukai, produk China hahaha. Kacangnya kering, besar-besar dan masih ada kulit arinya. Langsung ingat masa kecil. Ada emang-emang atau bapak tua yang keliling dengan 2 bakul dipikul. Dia menjual kacang garing, tapi tidak menerima uang, aneh ya? Hahaha.. Betul, dia cuma mau barter dengan panci bekas atau beling/gelas. Jadi jika punya piring pecah, panci yang sudah berlubang, dia akan dengan senang hati menukarnya dengan kacang garing! Rasanya? Persis seperti yang sedang saya nikmati saat ini, hanya saja kacangnya kecil-kecil tidak seperti produk yang saya nikmati sekarang ini.

"Jo, bisa tolong kupasin satu kesemek?" Tiba-tiba Nina meminta tolong. Saya langsung beranjak dan mengambil pisau serta mulai mengupas. Nah saya senang mengupas kesemek dan berusaha kulitnya tidak putus hingga buah itu terkupas semuanya. Ini kebiasaan saya sejak kecil dan selalu berlomba dengan kakak atau adik saya. Itu saya kerjakan sampai sekarang jika mengupas kesemek hahaha.. Saya dapat kesemek yang sangat bagus hari ini, tidak seperti di Indonesia yang putih-putih karena "dibedaki" dengan kapur, di sini mulus-mulus berkilat dan besar-besar. Saya kupas 1 lalu dipotong-potong dan saya berikan ke Nina.

"Waah sepet, Jo. Sorry!" Kata Nina.

Saya kecewa dan langsung mencobanya. Manis sekali tapi rasa getahnya yang sepat memang masih terasa. Apakah saya harus menunggu beberapa hari lagi? Saya tidak mengerti. Kesemek bukan buah yang pernah saya lihat pohonnya dan sama sekali tidak mengerti. Yang saya tahu adalah ini buah yang paling saya sukai. Saya akan tunggu beberapa waktu sebelum mencoba lagi. Tadi saya beli sekantung besar dan tidak akan menyerah. Oh, walau sepat, karena manis, tetap saya habiskan hahahahaha!

You May Also Like