AES 1012 Kano's Hamburger
joefelus
Friday March 1 2024, 11:45 AM
AES 1012 Kano's Hamburger

Sudah dua hari berturut-turut saya nongkrong di dining hall tempat Kano bekerja. Bukan karena tidak ada kerjaan dan hanya mau numpang makan, tapi sebetulnya saya di sana dalam rangka "menjemput" sahabat saya untuk pergi ke gym bersama-sama. Sayangnya selama dua hari berturut-turut kami gagal pergi karena sahabat saya ada meeting sehingga waktu kami ke gym sangat mepet. Tidak tersedia cukup waktu untuk perjalanan menuju tempat kami berolahraga. Jadi 2 kali usaha kami batal.

Kemarin saya duduk-duduk sambil memperhatikan Kano bekerja sesudah gagal berolahraga dan memutuskan untuk mengurus pemesanan tiket untuk perjalanan kami di awal liburan musim semi. Ya, memang kami bekerja 1 minggu lagi lalu kampus akan libur musim semi selama seminggu.

Nah, saya senang sekali memperhatikan Kano bekerja. Kalau dipikir-pikir Kano harus membawahi dan mengatur beberapa mahasiswa yang bekerja sebagai hourly, alias mahasiswa yang menjadi karyawan paruh waktu yang rata-rata lebih tua daripada dia. Jadi kalau memandang usia, Kano termasuknya yang junior, tapi karena dia memang karyawan tetap, dan mempunyai tanggungjawab, maka para mahasiswa itu yang tugasnya membantu dia. Kano terlihat trampil dan tidak segan menyuruh para mahasiswa itu melakukan tugas-tugas tertentu. Keren sekali menyaksikannya.

Sore ini lagi-lagi saya duduk di dekat bistro tempat Kano bekerja. Saya ngobrol dengan beberapa rekan-rekan kerja. Nina di rumah sedang mengajar secara online, jadi kalaupun saya pulang, maka saya hanya akan diam di atas menunggu hingga Nina usai mengajar. Daripada begitu saya memilih duduk-duduk dan makan malam di Braiden, tempat Kano bekerja.

"Do you want a hamburger? I can make you one with melted cheese." Tanya Kano.

Saya sebetulnya ingin mencoba chicken enchilada, tapi tidak ada salahnya juga mencoba makanan yang Kano buat.

"Sure. Thanks!" Kata saya.

Kano membuka sebuah doos besar dan mulai memanggang banyak sekali daging untuk hamburger di atas grill. Entah berapa puluh daging yang dia bakar sekaligus. Anak ini terlihat begitu trampil dam percaya diri. Sambil melakukan itu sesekali dia berkeliling melihat persiapan lainnya seperti tomat, keju, lettuce, pickles dan sebagainya. Sesekali dia juga memberi tugas beberapa mahasiswa yang membantu dia untuk memanggang roti dan sebagainya. Asyik sekali memperhatikan dia bekerja. Saya sering heran, dari mana dia memperoleh ketrampilan semacam itu sebab terus terang dia jarang sekali, atau malah tidak pernah ke dapur di rumah sendiri, paling kalau dia lapar dia membuat popcorn di microwave, selebihnya dapur adalah tempat saya menyiapkan makanan untuk keluarga. Ada yang bilang, anak-anak belajar mengenai kehidupan mengikuti contoh yang ditunjukkan oleh orang tuanya. Hmmm.. apakah benar begitu?

Kano kemudian melambaikan tangannya. Saya mendekat dan menerima sebuah keranjang yang berisi roti serta daging hamburger dengan keju berwarna kuning yang meleleh di atasnya.

"Let me know how it is." Katanya

Saya lalu mengambil daun selada, pickles dan roti bagian atas saya olesi dengan saos, lalu kembali duduk di meja dan mulai menikmati hamburger itu. Ini adalah makanan pertama yang dibuatkan oleh kano dari awal tanpa bantuan saya sama sekali.

Begitu saya gigit hamburger itu, seluruh rongga mulut saya seperti diliputi dengan keharuman daging yang dibagian permukannya begitu renyah tapi didalamnya sangat lembut dengan rempah-rempah yang tepat. Jika bisa sering makan yang seperti ini, saya tidak akan perlu lagi pergi ke gerai hamburger, karena yang ini jauh lebih enak. Biasa di gerai hamburger langganan saya, dagingnya sudah tidak renyah lagi serta tidak selembut dan se-juicy yang sedang saya nikmati saat ini. Dari kejauhan Kano berdiri memperhatikan saya menikmati makan malam ini, dengan gerakan tubuhnya saya mengerti dia meminta pendapat tentang makanan yang dia siapkan untuk saya. Langsung saya angkat dua jempol tinggi-tinggi. Kano membalas dengan anggukan dan senyuman. Dia merasa bangga sudah dapat membuat ayahnya senang dan kalau saja dia tahu, saya juga merasa bangga bahwa dia telah mampu berbuat sesuatu yang tidak pernah seumur hidup saya bayangkan sebelumnya.

Dining hall semakin ramai, di sisi kiri tempat Kano bekerja sudah ada antrian panjang para mahasiswa yang menunggu giliran untuk dilayani. Itu bagian chicken enchilada yang nanti sesudah hamburgr saya ini habis ingin saya cicipi. Sambil terus menikmati makanan saya lihat Kano sudah mulai membakar puluhan hamburger lagi. Asap membumbung ke atas, kesibukan dapur pada saat makan malam ini terasa sekali. Dia terus bekerja dengan tekun, saya memandangi dari jauh dengan perasaan senang. Sekitar 2 jam lagi saya akan kembali lagi menjemput Kano pulang kerja, sesudah itu dia akan melanjutkan malamnya dengan belajar. Hari Kamis biasanya dia mengerjakan tugas kuliahnya hingga malam. Ketika saya beristirahat tertidur, dia sibuk sendiri mengerjakan tugas perkuliahannya. Anak ini ternyata luar biasa. Mudah-mudahan saja masa depannya cerah dan dia tidak pernah putus harapan untuk terus mengejar cita-citanya, entah apapun itu. Saya hanya sebagai pendukung dan pemberi semangat di sisi jalan!

You May Also Like