AES 1048 Steam, Snow & Ayam Bakar
joefelus
Sunday April 7 2024, 10:26 PM
AES 1048 Steam, Snow & Ayam Bakar

Glenwood Springs mirip dengan Bandung di Jawa Barat, sebuah kota yang dikelilingi oleh pegunungan, seperti di lembah atau di mangkuk. Bedanya, Glenwood Springs lebih kecil dan penduduknya sangat sedikit dan pegunungan yang mengelilingi sangat dekat. Jadi bayangkan saja keindahannya ketika semua pegunungan itu tertutup salju dan kabut. Indah sekali dan itu yang saya nikmati hari ini karena sejak malam dan sepanjang hari ini salju turun tanpa henti.

Penginapan kecil kami menyediakan sarapan. Sajian makan pagi ini sederhana sekali. Ada waffle yang para tamu dapat membuat sendiri, scrambled eggs, link sausages, muffins, roti dan beberapa makanan lain. Kami makan cepat-cepat karena tidak ingin berada di kolam air panas terlalu siang.


Kami tiba di kolam tidak berapa lama kemudian karena letaknya tidak jauh dari penginapan. Bau belerang langsung tercium ketika kami mulai mendekati lokasi. Ada 2 buah kolam yang sangat besar dan mulai dipenuhi orang yang berendam. Uap mengepul dimana-mana apalagi suhu hari ini lumayan dingin, sekitar 22F bahkan real feelnya hanya 16F atau sekitar -9 derajat Celcius. Tapi suhu sedingin itu sama sekali tidak terasa ketika memasuki air panas alami ini. Kata petugas suhunya sekitar 110F atau sekitar 43C, lumayan panas ketika mulai mencelupkan kaki. Saya butuh menyesuaikan diri perlahan lahan memasuki air lalu saya menemukan sebuah tempat duduk di dalam air yang juga merupakan tempat untuk pijat. Seperti Jaccuzi. Nyaman dan membuat tubuh begitu rileks selama di dalam air. Hanya saja, setiap beberapa saat saya harus keluar dari air karena sulfur dan suhu yang panas.

Salju hampir tidak pernah berhenti. Ini yang lucu. Tubuh saya kepanasdan karena berendam air panas, sementara kepala saya penuh dengan butiran salju. Ini kombinasi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Nina dan saya berada di sana selama 2 jam, kami merencanakan akan kembali menjelang senja karena kami memiliki tiket terusan yang dapat dipergunakan sepanjang hari. Kami ingin mencari makan siang yang enak.


"Jo, ada food truck namanya: Bumbu," Kata Nina

"Whaaat?" Tanya saya.

"Nih lihat gambar makanannya, Jangan-jangan ada makanan Indonesia." Kata Nina

Benar saja, di menu disebutkan ada nasi goreng, mie goreng bahkan gado-gado. Kami langsung membuka GPS dan menuju lokasi.

"Apa kabar, pak!" Tiba-tiba ada yang menyapa dari dalam food truck. Dalam hati saya bertanya-tanya kok dia bisa tahu saya orang Indonesia? hahaha.. Kami seperti orang kalap. langsung memesan mie goreng, gado-gado dan ayam bakar. Ternyata rasa ayam bakarnya enak sekali. Kami makan dengan lahap. Sebelum pulang kami memesan lagi ayam bakar, nasi goreng bahkan piang goreng coklat. Karyawan di food truck itu 2 orang muda, orang Indonesia. Lucu ya, sering sekali ketika saya berlibur bertemu dengan orang Indonesia yang merantau.


Ini sungguh merupakan kegiatan akhir pekan yang membuat semua tubuh rileks. Tidak sekilaspun saya berpikir tentang pekerjaan walau memang ada beberapa email masuk dari pekerjaan. Saya bisa megabaikannya tanpa rasa bersalah sama sekali. Seharusnya saya melakukan ini dari dulu-dulu. Yang saya butuhkan hanya kesediaan berkendara yang lumayan jauh dan mecari penginapan sederhana. Sisanya, beristirhat dan menikmati hari-hari tanpa beban pekerjaan dan jauh dari rutinitas.