AES 1144 Panas
joefelus
Saturday July 13 2024, 8:38 PM
AES 1144 Panas

Saya duduk di teras belakang. Matahari sudah tinggi walau waktu belum menunjukkan pukul 7 pagi. Sangat damai dan hening, hanya suara penyiram rumput otomatis dan burung-burung serta serangga yang menemani saya. Saya masih setengah mengantuk, tapi tidak mau menyia-nyiakan pagi yang indah ini dengan hanya berbaring di tempat tidur. 

Tidak terasa sudah 2 minggu berlalu sejak saya pindah ke rumah sahabat saya ini. Waktu seolah-olah terus berpacu tanpa lelah, apalagi ketika saya sungguh menginginkan agar melambat, tapi tiba-tiba sepertiga waktu saya sudah terlewati. 

Entah mungkin memang saya sedang disiapkan untuk kembali ke daerah tropis atau apa, mulai kemarin saya sudah mulai disuguhi dengan udara super panas. Jika saya perhatikan laporan suhu udara di aplikasi yang saya gunakan, kemarin sudah mencapai suhu di atas 40 derajat Celcius. Akhir pekan ini memang diramalkan akan sangat panas bahkan sudah ada imbauan untuk banyak minum dan sebisa mungkin mengurangi waktu di luar rumah. Hari ini katanya suhu akan mencapai 43 derajat.

Udara di daerah saya saat ini seperti biasanya memang sangat kering. Dengan adanya udara panas dan angin, sangat rentan akan kebakaran hutan. Di beberapa tempat di state lain memang sudah mulai ada kebakaran hutan. Ini kejadian yang normal dan hampir terjadi setiap tahun. Entah saya lupa tahun berapa, saat itu api sudah hampir mencapai kota saya tinggal, hanya 15 miles lagi. Selama berhari-hari langit berubang menjadi merah bahkan matahari terlihat seperti bola yang berdarah. Bau hangus tercium sepanjang waktu bahkan kendaraan yang diparkir terdapat labisan abu tipis. Saya harus melihat arsip, saya membuat banyak foto waktu itu. Mungkin sekitar waktu ada pandemi.

Udara dan suhu di musim panas di sini memang begitu, hampir setiap tahun saya mengalami saat-saat suhu di atas 40 derajat. Memang tidak nyaman dan musim panas juga merupakan musim yang tidak saya sukai. Apa bedanya dengan pengalaman hampir sepanjang hidup saya? Hampir tidak ada bedanya kecuali udara kering di sini sementara sebelum ke seni udara yang saya hadapi biasanya lembab. Mana yang lebih enak? Tidak ada hahaha.. Udara lembab dan panas membuat tubuh lengket, tapi udara panas yang kering juga tidak nayaman karena berasa seperti di dalam oven! Walau tentunya tidak sepanas oven, tapi ya begitu lah rasanya panas yang kering. Mana yang akan saya pilih? Tidak ada, saya lebih suka musim Semi, musim gugur dan musim dingin.

Saya sebetulnya tidak boleh mengeluh, karena walaupun panas tetap tidak menciptakan bencana. Texas beberapa hari yang lalu dilanda tornado, tidak tanggung-tanggung tercatat ada 14 tornado yang terjadi menghancurkan banyak rumah, beberapa korban jiwa dan juga jutaan penduduk tidak mendapat aliran listrik. Dengan kondisi suhu yang panas, ketidakadaan listrik akan sangat berbahaya. Saya memiliki kenalan yang tiggal di sana, untungnya memiliki generator untuk kondisi darurat, mereka harus antri berjam-jam untuk memperoleh bahan bakar untuk generatornya. Maklumlah pom bensin juga membutuhkan listrik untuk menjalankan pompanya, jika mereka tidak punya generator, maka akan sulit beroperasi sehingga pelayanan bahan bakar menjadi terhambat, oleh sebab itu masyarakat harus antri berlama-lama. Teman saya itu membutuhkan gerator agar dapat menjalankan kipas angin dan kulkas.

Salah seorang teman saya juga ada yang pernah tinggal di daerah Oklahoma. Dia seperti Nina berada di sana untuk study dalam upaya meraih gelar doktor. Selama sekian tahun tinggal di sana dia mengalami berki-kali alarm dan sirene untuk mengingatkan masyarakat untuk berlindung karena ada tornado. Masyarakat harus menuju shleter atau ruang bawah tanah seperti bunker untuk berlindung. Itu hampir terjadi setiap tahun. Saya sama sekali tidak mengerti mengapa mereka tetap mau tinggal di sana. Kalau saya ditanya, mungkin saya akan lebih memilih pindah ke tempat lain yang tidak pernah mengalami tornado.

Pernah nonton film Twister yang dibintangi oleh Hellen Hunt? Mah katanya tornado seperti di film itu. Saya sendiri tidak pernah mengalaminya dan bersyukur karena selama merantau saya tidak pernah tinggal di daerah yang sering mengalami itu. Dulu di Hawaii memang ada ancaman hurricane, tapi pada saat itu saya sedang berpergian ke daerah Chicago. Yang saya ingat di berita di TV masyarakat sudah bersiap-siap membeli papan untuk menutupi jendela-jendela rumah. Hurricane yang dahsyat dapat menghancurkan jendela lalu air hujan yang sangat kencang itu akan merusak rumah. Saya melihat di berita orang-orang sibuk dengan karung-karung pasir, berrebutan belanja ke supermarket untuk membeli kebutuhan darurat seperti air minum, baterai, makanan kaleng dan sebagainya, karena tidak tahu nanti sesudah hurricane akan seperti apa kondisinya. Untungnya Hurricane itu berpindah arah sehingga tidak jadi melanda pulau-pulau di Hawaii. Tidak terjadi apa-apa dan aman-aman saja.

Hari ini saya akan ke luar kota bersama beberapa orang teman-teman. Akan menggunakan 2 kendaraa dan rencananya akan mengunjungi salah satu kedai makanan Korea yang baru. Ini hanya sekedar mengisi akhir pekan bersama-sama sambil merayakan selesainya program study Nina. Cuaca memang akan sangat panas, tapi tidak ada yang akan dapat menghalangi kami untuk mengisi akhir pekan dengan kegiatan yang menarik.

You May Also Like