AES 1276 Personal Touch
joefelus
Tuesday December 17 2024, 8:50 AM
AES 1276 Personal Touch

Rumah begitu sunyi karena hari ini saya sendirian, Nina sudah ke kantor sebelum matahari terbit. Di luar hujan gerimis. Saya mulai berpikir, hari-hari normal saya nanti akan seperti ini, sepi. Saat ini para pekerja saya liburkan karena masih menunggu pintu utama yang belum juga dikirim dari pabriknya di Tangerang.

Sudah beberapa lama saya merasa terganggu karena banyak menemukan banyak pihak yang tidak profesional. Saya sudah terbiasa berhubungan dengan banyak perusahaan yang sangat gesit, responsif dan profesional di pekerjaan saya yang terakhir. Saat ini bahkan perusahaan-perusahaan besar yang saya hubungi sangat kurang reliabel. Renspon yang lambat, sistem yang buruk bahkan pelayanan terhadap pelanggan yang sangat minim. Semuanya sangat menguras tenaga, waktu dan emosi. Ini bagian yang sangat sulit untuk saya bisa menyesuaikan diri. Menurunkan standar itu bukan usaha yang mudah. Saya sudah terbiasa dengan ekspektasi tinggi dan akhir-akhir ini banyak berakhir dengan kekecewaan.

Saya memandang ke sekeliling rumah. Semua sudah rapih dan untuk hal ini saya berterima kasih pada para pekerja yang sudah melakukan perbaikan dengan sangat baik. Rumah kami sudah disulap dengan baik dan untuk pertama kalinya sejak dibangun, saya dapat mengatakan bahwa rumah ini "selesai". Dulu saya terpaksa menghentikan renovasi karena menemukan banyak hal yang tidak baik. Kontraktor yang saya pilih tidak memuaskan. Dia sebetulnya direkomendasikan oleh salah seorang sahabat dan katanya dia juga yang membantu Smipa. Karena kecewa saya hentikan ketika baru 75%, lalu saya lanjutkan sendiri. Untunglah kali ini jauh lebih baik. Melihat kerja mereka sangat teliti dan detail oriented serta rapih, akhirnya dari hanya proyek pagar, saya minta mereka menyelesaikan seluruh rumah. Saya puas!

Saat ini rumah saya masih terlihat sebagai sebuah bangunan yang manis dan nyaman, tapi baru sebagai bangunan. Saya ingin menjadikannya sebagai rumah yang hangat dimana saya akan banyak menghabiskan waktu. Tempat ini butuh sentuhan personal.

Ketika sebuah rumah penuh dengan benda-benda yang memiliki arti personal, maka akan menciptakan koneksi emosional. Sekarang masih belum terasa. Belum ada benda-benda yang memiliki nilai emosional yang saya keluarkan, semua masih dalam kontainer-kontainer yang berpindah-pindah dari gudang ke kamar, ke gudang lagi dan seterusnya ketika ruangan demi ruangan digarap oleh para pekerja. Koneksi emosional yang akan terbentuk nantinya, menurut saya, akan mempengaruhi bagaimana perasaan penghuninya dengan tempat dia tinggal. Ketika kita dikelilingi oleh benda-benda yang kita cintai, kenangan, memori positif akan terpicu dan menimbulkan rasa nyaman. Ini belum kami lakukan. Kami terpaksa masih harus menunggu hingga pintu utama rumah kami selesai.

Nanti pada saatnya, semua elemen yang kami bentuk dan kami hadirkan akan menyuburkan perasaan menyatu dengan tempat tinggal kami. Desain yang Nina dan saya kreasikan termasuk juga sentuhan-sentuhan personal akan dapat memberikan perasaan nyaman dan damai yang mudah-mudahan akan berdampak pada keseimbangan mental dan tubuh kami. Ketika tiba saatnya, kami akan segera memulai menghadirkan benda-benda yang sentimental yang akan semakin mendorong kami untuk terkoneksi dengan tempat tinggal ini.

"It looks wonderful, guys! I think if you add dark color curtain, it will look cozier. Gray probably will look nice" Kata Kano yang mengusulkan menambah gordijn untuk pintu geser yang mengarah ke halaman belakang.

"Put up some pictures on the wall by the stairs to the mezzanine, also the wall by the bedrooms, I think it will be nice too." Kata Kano lagi.

Kami memang ngobrol berlama-lama melalui Video call kemarin dan kami berkeliling menunjukkan kondisi rumah. Kano memiliki selera yang baik berkenaan dengan desain rumah. Banyak hal yang tak pernah kami pikirkan muncul dari Kano. Dia sendiri yang mendisain hiasan dan pernak-pernik apartemennya dan saya sangat menyukainya. Dia memiliki selera yang baik.

Saya sudah tidak sabar ingin segera selesai dan bisa melanjutkan hidup yang normal. Mudah-mudahan manager pabrik pintu ini akan segera menghubungi saya. Saya sudah siap menegur dia karena pintu itu sudah terlambat lebih dari 2 minggu sehingga para pekerja terpaksa diliburkan. Masa perusahaan besar masih harus diajari agar lebih profesional?

Foto credit: Facebook

You May Also Like