"Ada ayam, Bu?" Tanya saya ke warung di belakang rumah.
"Ada Oom!" Jawabnya.
Saya kemudian memilih beberapa macam sayuran, udang dan bumbu-bumbu. Sampai di sini saya begitu kagum dengan ibu-ibu rumah tangga. Salut pada kreatifitas mereka setiap hari, sekaligus pada saat yang bersamaan saya menyesali semua ucapan-ucapan yang dulu pernah saya lontarkan ke ibu saya ketika menjumpai makanan di meja yang kurang saya minati. "Dosa!" Kata saya dalam hati.
Kenapa saya kagum, karena seringkali ketika kita ke warung, semua rancana buyar sebab bahan yang dibutuhkan tidak tersedia! Sampai di sini saya harus gerak cepat, berpikir taktis dan membuat rencana baru dengan melihat semua bahan yang tersedia. "Mau dibuat apa?" Itu adalah pertanyaan besar. Bayangkan jika di rumah anggota keluarganya banyak, si Sulung tidak suka A, si Tengah tidak suka B, si C mah aman karena dia pemakan segala, dan lain sebagainya. Semua hal muncul di kepala sambil terus berpikir apa yang harus dibuat. Terdengar sederhana, bukan? Ternyata lebih sulit dari memikirkan negara! Hahahaha.. Nah siapa tidak kagum dengan ibu-ibu rumah tangga? Untung saya hanya berdua saja!
Alasan saya ke warung sebab di rumah hanya berdua. Kalau ke Supermarket, saya harus beli dalam jumlah besar. Saya tidak boleh membeli 1/2 potong broccoli, bukan? Kalau di warung kadang ada sebungkus bahan untuk sayur asam, tdak usah membeli sekiat kacang panjang, sebuah labu siam, sebuah jagung segar, sekantong daun melinjo dan sebagainya. Untuk 2 orang bisa untuk makan 2 minggu kalau ke supermarket. Repot!
Eniwei, kembali ke ayam! Sesudah selesai ibu warung memasukkan semuanya ke kantong. Sayuran, kerupuk termasuk ayam yang berdarah-darah. Saya meringis ngeri. Besok saya akan membawa kantong khusus untuk ayam, sebab ayam mentah tidak boleh digabung dengan apapun, saya akan jelaskan alasannya. Yang akan saya bagikan ini legitimate, saya peroleh dari belajar ketika bekerja di food industry.
Mari kita mulai dengan fakta:
Saya bagikan 4 yang penting dari beberapa fakta lainnya. 4 ini yang paling penting. Satu-satunya cara membunuh bakteri yang terdapat pada ayam adalah dengan memasaknya. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana mmencegah kontaminasi silang (cross contamination) yang diakibatkan oleh ayam ketika kita mengolahnya.
Alasan saya ngeri ibu warung mencampur ayam mentah dengan sayuran adalah, jika darah ayam menyentuh benda lain, maka terjadi kontaminasi silang. Sangat mengerikan jika sayuran terkena darah ayam. Aturan di Amerika, sayur harus dibuang! Memasak sayur tidak lama, dan seringkai tidak mencapai suhu tertentu yang dapat membunuh bakteri. Perlu mencapai suhu 149 Fahrenheit atau 65 Celcius untuk membunuh bakteri. Apakah kita sering memasak sayur hingga mencapai suhu itu? Sayur kebanyakan akan sudah luluh lantah tidak berbentuk!
Berikutnya. Cuci tangan anda, dan bukan mencuci ayam! Ayam tidak perlu dicuci, tapi jika anda ingin mencuci, gunakan air mengalir dan jangan sampai muncrat kemana-mana. Air yang muncrat akan menjadi cara bakteri menyebar kemana-mana. Kemudian cuci sink dengan air panas dan sabun sebaik mungkin, kalau ada gunakan sanitizer yang aman untuk makanan. Cuci tangan dengan air hangat dan sabun minimal 20 detik (saya menyanyi lagu happy birthday 2x, itu lebih dari 20 detik!) 20 detik merupakan waktu yang sangat cukup agar semua bagian tangan tercuci dengan baik. Coba menyanyi lagu happy birthday 2x, saya yakin bisa mencuci tangan 2x lebih lama dari yang biasa kita lakukan.
Cuci semua peralatan masak sesudah mengolah ayam. Dianjurkan menggunakan talenan khusus untuk mengolah ayam (jangan dicampur dengan talenan untuk mengolah bahan lain dan gunakan talenan plastik yang tidak berpori. Di food industri yang profesional, talenan berwarna warni digunakan. Merah untuk daging, hijau untuk sayuran dan putih untuk lainnya. Cuci sebaik mungkin gunakan sabun dan air hangat, sanitize!
Jangan pernah mencampur ayam mentah dengan apapun. Jika di lemari es, ayam mentah harus diletakkan paling bawah, tujuannya jika darah menetes tidak akan mencemari bahan lainnya. Silakan cari di internet susunan penyimpanan bahan makanan yang baik. Ini terbukti sangat ampuh.
Gunakan sanitizer yang aman untuk makanan untuk mensanitasi semua peralatan masak dan makanan. Jangan menggunakan pisau, misalnya, setelah mengolah ayam sebelum disanitasi. Alasannya itu tadi, kemungkinan bakteri belum mati jika hanya dengan air sabun, apalagi kita di Indonesia jarang menggunakan air panas untuk mencuci di dapur.
Peralatan berbahan plastik lebih mudah dibersihkan daripada kayu. Bakteri banyak bersembunyi di celah-celah gagang pisau berbahan kayu atau talenan berbahan kayu walau sudah disanitasi. Penelitian telah membuktikan itu semua.
Jangan takut mengkonsumsi ayam selama kita melakukan persiapan dan pengolahan dengan baik. Ayam termasuk daging yang jauh lebih sehat dibandingkan jenis daging lainnya. Tentunya pilih bagian daging yang sehat dan tidak terlalu banyak berlemak. Memang daging berlemak itu lebih enak, paha terbukti lebih nikmat daripada dada. Sayap ayam juga lebih enak dari dada, tapi ya itu tadi, kadar lemaknya tinggi. Tidak apa, silakan konsumsi paha dan sayap in moderation. Memang yang tidak sehat dan berbahaya itu lebih nikmat! Hahaha... Yuk, mari memasak!
Foto credit: shelfcooking.com