Ah, ini sebuah cita-cita yang sangat mulia. Seandainya saja kita, atau saya, bisa berkomitmen untuk menjadi semulia ini. Tapi sebagai orang timur kita tahu dan sudah diajari sejak dini bahwa kita harus lebih baik menunduk sedalam-dalamnya daripada menjadi pongah. Kata pribahasa, kita harus mengikuti ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk. Tapi tidak apa khan jika kita dalam hati ingin menjadi berkat bagi orang lain?
Hari ini seperti tahun-tahun sebelumnya saya memasuki masa refleksi menjelang hari jadi. Terus terang dengan kesibukan akhir-akhir ini, saya hampir lupa. Untung saja hari ini, pagi ini saya punya sedikit waktu senggang diantara berbagai kesibukan untuk kembali mengingatkan diri. Saya bahkan hampir lupa bahwa hari jadi sudah mendekati. Ya mudah-mudahan tahun ini saya bisa melakukannya seperti tahun-tahun yang lalu.
Renungan pribadi saya hari ini adalah berusaha menjadi berkat bagi orang lain. Ya agak sedikit religius, tidak apa lah, toh baik adanya. Saya akan mengutip wejangan untuk manusia yang diberikan oleh pencipta dari kitab Genesis. Maaf, saya sejak kecil berada di lingkungan Katolik jadi hanya itu yang saya mengerti. Dikatakan di sana seperti ini: “I will make you into a great nation, and I will bless you; will make your name great, and you will be a blessing."
Saya tidak berusaha berkhotbah, saya hanya ingin refleksi diri. Bagi saya ini adalah beban berat. Yang kuasa memberkati manusia agar menjadi bangsa besar, memiliki nama besar dan menjadi berkat. Sudahkan saya seperti itu? Nah, ini pertanyaan sederhana yang sangat sulit dijawab, bukan?
Iseng saya membaca sebuah artikel, dan saya mendapat beberapa ide untuk dijadikan bahan renungan hari ini. Untuk bisa menjadi berkat bagi orang lain, salah satunya kita terlebih dahulu harus mampu bersyukur. Bersyukur adalah sebuah kunci untuk kebahagiaan. tidak ada kebahagiaan tanpa diawali dengan rasa syukur. Bersyukur atas segala anugerah yang kita terima dan bersyukur atas segala yang kita miliki akan membantu mengapresiasi momen-momen yang berharga dan membantu membuat keputusan-keputusan yang baik. Tidak harus yang luar biasa, mensyukuri hal-hal sederhana dan sepele misalnya justru akan membuat mata kita lebih jeli. Kita akan mudah merasa puas dan senang dengan hal-hal kecil, apalagi yang besar? Mulai bersyukur setiap hari akan membuka kesempatan kita untuk dapat melihat sekeliling dan memberikan kesempatan untuk dapat mengulurkan tangan pada yang membutuhkan.
Kedua, menjadi berkat dapat dengan mengorbankan waktu kita untuk mengulurkan tangan bagi mereka yang membutuhkan dengan demikian kita menunjukkan kepedulian dan menjalankan niat kita.
Baru dua hal saya mulai tercenung, sepertinya kok sangat muluk sekali. bersyukur dan mengulurkan tangan saya pikir adalah hal sederhana. Mengulurkan tangan tidak hanya pada orang lain, misalnya ada batu di jalan saja jika kita mau menyingkirkan ke sisi jalan, itu sudah menjadi contoh akan sebuah kepedulian. Memberi tempat duduk pada ibu-ibu di bus kota, itu contoh kepedulian. Tersenyum dan mengalah di jalan raya, itu juga sebuah cara untuk menjadi berkat pada orang lain. Mungkin untuk seseorang, satu atau dua detik akan mempengaruhi masa depan mereka. Ingat saja ketika kita berlari mengejar pesawat, kereta api atau bahkan bus kota, jika telat sekin detik dan tertinggal, kita mungkin saja kita akan kehilangan kesempatan satu-satunya yang terpenting dalam hidup. Bisa saja, bukan?
Barusan Nina menonton sesuatu. Bunyinya berisik sekali. Saya tanya sedang nonton apa dan dijawab bahwa dia sedang nonton seseorang yang sedang membersihkan rumput untuk orang lain tanpa minta bayaran. "It's so satisfying to watch." Katanya. Jadi ada seseorang yang berkeliling dan membantu rumah-rumah yang halamannya tidak terurus. Kebanyakan para manula yang tidak mampu mengerjakannya sendiri atau juga tidak mampu membayar orang lain melakukannya karena terlalu mahal. Bayangkan saja halaman rumah menjadi semacam belukar dan orang itu dengan rela hati menawarkan jasanya tanpa memungut bayaran untuk membersihkan rumah itu. Nah itu salah satu cara menjadi berkat pada orang lain!
Menjadi contoh dan berperilaku positif juga merupakan salah satu cara menjadi berkat bagi orang lain. Itu kata artikel tersebut. Dari situ saya mulai berpikir, ternyata menjadi berkat itu tidak harus secara aktif. Hal-hal yang positif itu menular. Saya yakin, tidak kalah luar biasanya dengan yang negatif. Pernah mengalami ketika di dalam sebuah ruangan begitu sunyi, mellow, tidak bersemangat dan ketika seseorang yang sangat ceria masuk bergabung dengan canda tawa lalu seluruh ruangan berubah vibes nya? Ya, itu salah satu contoh. Tidak perlu mengulurkan tangan dan membantu orang untuk menjadi berkat. Menjadi cahaya lilin yang redup di ruangan gelap sekalipun sudah memberi perubahan. Bukan begitu?
Foto credit: pexels.com