AES 1406 I Dare You To Do Better
joefelus
Wednesday May 14 2025, 9:22 PM
AES 1406  I Dare You To Do Better

Masih kepingin ngobrol walau jatah saya hari ini sudah selesai. Kemarin atau bahkan 2 hari terakhir jatah saya terbengkalai, jadi ingin saya bayar hari ini.

Memang jadwal saya akhir-akhir ini sedang erratic, kacau balau, dan saya terus terang masih belum tahu ingin melakukan apa yang jelas, masih meraba-raba, memperhitungkan berbagai kemungkinan, memilah-milah apa yang baik, dan mempertimbangkan mana yang saya sukai, yang saya inginkan dan juga berguna. Masih butuh waktu, mungkin agak panjang. Sekarang hanya sekedar mencoba ini itu saja. Tak apa, ini masih masa transisi, entah untuk berapa lama hingga mulai ada kejelasan.

Eniwei, walau Kano tidak tinggal bersama saya, tetap peran sebagai orang tua, sebagai ayah tidak pernah hilang. Kami ngobrol hampir tiap hari jika waktu mengijinkan. Beberapa hari ini Kano senang ngobrol sambil dia bersepeda dalam perjalanan pulang seusai jam kerja. Tempat tinggal dia yang baru berjarak sekitar 10 hingga 15 menit bersepeda, tidak terlalu jauh, sedikit kurang dari 3 kilometer. Tapi memang di Fort Collins tidak semua jalan mengijinkan dilalui sepeda, Kano harus sedikit berputar melalui bike trail, Jalan yang secara khurus dibuat untuk bersepeda dan tidak di jalan raya. Memang sangat aman, tapi ketika Kano pulang kerja, hari sudah gelap dan bike trail tidak memiliki penerangan yang cukup. Ada berapa lorong yang dibangun untuk menyeberang di kolong jalan raya, biasanya bike trail melalui padang, lapangan yang sangat luas dan sebagainya. Kano bahkan barusan cerita bahwa hari Minggu ketika dia berolah raga dengan bersepeda selama sekitar 2 jam, menjumpai banyak kijang liar yang sedang merumput. Fort Collins memang sering dikunjungi satwa liar, bahkan pernah suatu hari ada beruang yang kesasar memasuki kampus, sehingga kami harus memanggil petugas, lalu beruang tersebut dibius kemudian dipindahkan kembali ke hutan.

Kegiatan ngobrol kami dengan Kano menjadi rutinitas yang seru. Biasa Kano menelepon sekitar pukul 10 pagi WIB atau pukul 9 malam di Colorado, itu adalah jam Kano selesai kerja dan pulang ke rumah. Obrolan kami akhir-akhir ini seputar kunjungan dia bersama teman-temannya nanti ke Indonesia. Kami semua tentunya sudah tidak sabar ingin berjumpa sesudah berbulan-bulan kami tinggal berjauhan.

Kano sudah bisa begitu mandiri sekarang. Kalau dulu kami selalu mengingatkan untuk keluar rumah, sedikit berolahraga dan sebagainya. Tadi pagi dia cerita bahwa sekarang dia jogging 3 kali seminggu atau bersepeda selama sekian jam. Tidak ada yang menyuruh. "I just want to be fit!" Katanya. Dia sudah bisa memilih tempat tinggalnya sendiri, dan sebagainya. Intinya dia sudah menata hidupnya secara mandiri. Sangat luar biasa membanggakan.

"I dare you to do better" itu kalimat yang dulu sering saya ucapkan pada Kano sebagai bentuk dorongan bagi dia untuk bisa "mengalahkan" bapaknya. Hahaha. Kenapa tidak? Anak remaja itu sangat kompetitif dan saya memanfaatkan situasi itu untuk mendorong dia menjadi lebih baik dan terbukti bahwa usaha saya lumayan berhasil. Jika dibandingkan dengan diri saya sendiri, sepertinya Kano jauh lebih baik dari pengalaman saya sendiri. Saya tinggal sendiri jauh dari keluarga di usia yang sama dengan Kano, bedanya tempat tinggal saya hanya berbeda ratusan kilometer, sementara Kano kebetulan ribuan kilometer dan berbeda negara. Saat seusia Kano pekerjaan saya sangat serabutan walau akhirnya bisa digunakan untuk hidup sehari-hari, kost dan membiayai sekolah sendiri, Kano juga demikian! Bedanya hidup saya sangat sederhana dan kalau bahasa kasarnya melarat hahaa, sementara Kano jauh lebih baik bahkan dia punya tabungan. "Dad, I'll pay you back when I get my paycheck. I can pay you now but I don't want to touch my savings." Katanya. Itu sungguh membuat saya sangat bangga. Dia sudah mampu mengatur keuangannya, tidak mau menyentuh tabungannya. "You can pay me back whenever. You can pay me in instalments if you want to." Jawab saya. Saya tahu bulan ini dia harus bayar kontrak 2 apartemen, yang lama dan yang baru karena dia masih dalam proses pindah rumah. Rumah lama harus dia tinggalkan dalam kondisi bersih jika dia ingin depositnya dikembalikan utuh. Ekstra pengeluaran untuk apartemen memang sangat besar. Biaya bulanan tertinggi untuk tinggal di sana adalah biaya sewa rumah, itu minimal 1/3 bahkan bisa 1/2 gaji. Kalau Kano membayar 2 artinya gaji dia hampir habis.

Kondisi Kano jauh lebih baik jika dibandingkan dengan saya ketika seusianya. Wajar saja sebagai ayah saya merasa bangga sekaligus juga lega karena akhirnya usaha selama belasan tahun membesarkan dia sudah bisa dikatakan sangat berhasil. Tidak ada yang lebih membahagiakan sebagai seorang ayah melihat keberhasilan anaknya, bukan? Ya, kalimat: I dare you to do better itu sangat ampuh. Dulu sebagai seorang anak, saya juga tahu bahwa ada sebuah keinginan untuk membuat bangga orang tua dan mampu memperlihatkan pencapaian dalam hidup yang melebihi orang tuanya. Itu saya rasakan, dan saya juga yakin Kano mengerti dan merasakan hal yang serupa.

Foto credit: thesun.my