"Na ah! It's not mental fog! It's just confusion because of these past experiences!" Kata saya dalam hati sambil terus membaca beberapa referensi yang terhampar di depan mata. Saya sedang berusaha mencari tahu atas beberapa hal yang berkaitan dengan pengalaman-pengalaman seseorang ketika memasuki usia tertentu.
Saya menghirup kopi yang sudah mulai dingin sebab saya sudah membiarkannya tanpa disentuh selama beberapa lama. Sambil mengunyah roti shokupan rasa cokelat yang saya buat beberapa waktu lalu, saya terus membaca. Akhir-akhir ini saya memang sedang mengalami banyak hal yang sama sekali tidak jelas serta sulit dijabarkan, dan itu membuat saya begitu penasaran ingin mengetahui apa yang sebenarnya sedang saya alami.
Ini mungkin cara saya untuk curhat, sekaligus mengabadikan pencarian saya tentang kondisi sekarang ini. Memang sudah sangat lama saya tidak benar-benar menulis esai seperti yang selama ini selalu saya lakukan. Terakhir, saya hanya menulis hal-hal receh dan kegalauan saya terhadap situasi di masyarakat yang saya saksikan. Mungkin ada dampaknya juga pada keprihatinan yang saya rasakan dengan pengalaman pribadi yang juga harus benar-benar saya mengerti dan saya hadapi. Terus terang, saya sangat bingung.
Saya menghela napas, lalu bersiul mengikuti lagu dari The Carpenters yang dikemas dengan gaya jazz. Pagi ini lumayan sepi, entah mungkin karena akhir pekan atau alasan lain. Yang pasti, di luar hampir tidak terdengar suara motor atau kendaraan lain yang sering berlalu-lalang. Saya hanya mendengar suara nyanyian burung-burung kecil yang mencericit. Nikmat sekali mendengarkan musik seperti ini sambil merenung dan membaca untuk mengenali serta mengerti kondisi hidup yang sedang saya hadapi.
Katanya saya sedang memasuki periode golden age. Tahun ini, beberapa bulan lagi saya mencapai usia yang katanya secara legal dianggap sebagai lansia. Hmm… sebuah kata yang sangat "sesuatu banget". Sebelumnya, bagi saya ini jadi bahan gurauan, seperti beberapa tahun yang lalu di sebuah restoran di kota Honolulu, tanpa ditanya berapa usia saya, seorang waiter dengan "lancang" memberi saya senior citizen discount. Saya saat itu tertawa terbahak-bahak dan merasa "beruntung" mendapat diskon yang lumayan besar! Sekarang kata senior citizen, kata lansia solah-olah membangunkan saya dari mimpi.
Pengertian "tidak muda lagi" agak sulit ditelan, apalagi dicerna. Memang tidak buruk-buruk amat. Proses aging adalah sesuatu yang natural, namun bagi saya sekarang pengertiannya jadi berbeda. Seperti halnya istilah growing yang relatif memiliki konotasi yang positif, yaitu mengarah pada hal yang lebih baik, aging memiliki konotasi yang sebaliknya, setidak-tidaknya itu yang saya pahami. Aging dalam pengertian yang sedang saya telusuri kali ini lebih mengarah kepada declining, deteriorating atau decreasing. Saya ambil satu contoh, misalnya otak. Ketika manusia bertambah tua, secara alami otak kita mengecil dan lambat laun kecepatan memproses informasi juga menurun, yang memengaruhi kemampuan berpikir secara abstrak, fleksibilitas mental, maupun kemampuan dalam memberikan perhatian. Itu baru satu contoh, belum lagi kemampuan fisik lainnya. Pada intinya, saat ini saya mulai "feeling my age"; saya sengaja tidak menerjemahkan term ini dengan suatu alasan. Hahaha. Yang jelas, saya mulai merasakan berbagai perubahan secara lebih signifikan secara biologis sebagai satu perubahan yang natural. Bagian ini saya pahami dan saya rasakan betul.
Transisi kehidupan yang saya alami ketika mencapai usia tertentu memiliki makna yang sangat signifikan. Tanggung jawab semakin bertambah kecil, kemampuan-kemampuan tertentu mulai berkurang, pertemanan semakin terbatas, dan sebagainya tentunya memberikan banyak dampak secara emosional. Prioritas dalam hidup pun mulai bergeser. Tanpa tekanan tanggung jawab dalam keseharian, pekerjaan, bahkan tanggung jawab peran dalam keluarga, sangat jauh berkurang sehingga saya sebenarnya dapat memprioritaskan pada relasi baik dengan orang-orang yang saya cintai maupun sahabat dan teman, melakukan perjalanan jauh dan dekat, dan sebagainya.
Katanya, kedewasaan emosi dan self-awareness juga menapaki taraf tertentu yang menghadirkan kepercayaan diri, kemampuan dalam memilih prioritas yang jauh lebih berharga, di samping juga apresiasi terhadap waktu jauh lebih tinggi, karena pada usia ini individu menjadi lebih fokus pada present time dan tidak lagi khawatir akan masa depan, dan yang jelas, ada semacam kebebasan dari tekanan hidup karena pada saat ini sudah tidak lagi perlu "membuktikan" diri terhadap orang lain.
Itu sedikit rangkuman yang saya peroleh dari berbagai bacaan. Seperti halnya dualisme dalam semesta yang mencakup dua hal yang fundamental dan sering kali berlawanan, demikian juga yang saya alami. Ada hal baik dan buruknya, tinggal bagaimana saya bisa menghadapinya. Kebingungan adalah juga tahap yang sangat wajar karena semua bergeser. Kemampuan fisik dan psikologis juga tidak permanen. Banyak waktu senggang juga bukan berarti banyak kesempatan yang bisa digunakan secara maksimal karena manusia bukan robot yang bisa disetir dan diprogram sedemikian rupa mengikuti semua algoritma yang sudah ditentukan. Tapi satu hal yang saya sadari betul adalah bahwa setidak-tidaknya dalam hidup ini saya hampir selalu berusaha "mengalami" dan tidak hanya sebagai orang yang passing through.
This is deep. Thank you for sharing 🙏🏼