Hari ini, 30 mei 2023 kami K11 Banua Tada telah merampungkan serangkaian kegiatan penjelajahan, dari mulai perencanaan hingga proses laporan akhir yakni gelaran karya. Sudah empat hari kami menggelar kegiatan yang bertajuk “Resonansi Rasa Pulau Dewata” yang dibuka dengan talkshow dan peluncuran buku Ngulandara Dewata lalu ditutup dengan screening video dokumenter dan vlog.
Banyak cerita yang sudah kami bagikan di empat hari ini, namun lebih banyak lagi cerita yang belum dibagikan. Tentu saja, karena petualangan enam minggu kami, terlalu sulit untuk dirangkum dalam beberapa jam. Banyak apresiasi yang kami terima selama 4 hari ini, tapi aku yakin banyak juga pertanyaan yang muncul dari teman-teman yang hadir, yang terpantik dari cerita kami.
Di kesempatan ini, aku ingin mencoba merangkum 3 hal paling esensial yang kami pegang selama penjelajahan ini, sebenarnya banyak hal lain, hanya kalo dijabarin semua akan jadi buku haha. Hal yang pertama ialah rutin. Selama 22 hari menetap di gianyar, hal pertama yang kami terapkan pada diri kami yakni rutin,
07.00 bangun pagi
07.30 belanja sayur dan sarapan
11.00 masaka u/ makan siang
12.00 makan siang
17.30 persiapan yoga
18.00 yoga
20.00 makan malam
20.45 evaluasi dan tutup kelas
21.00 atau sebelum tidur (buat jurnal harian)
23.00 batas waktu untuk melek (diatas jam 23.00 harus udah tidur)
Kami melakukan rutin diatas selama 22 hari. Salah satu tujuan kami menetap di Gianyar selama 22 hari memang mengejar rutin selama 21 hari itu. Lalu mengapa hal pertama yang kami terapkan adalah rutin bukan hal lain?
Mungkin ada beberapa orang yang mempertanyakan, bukankah sangat membosankan saat hidup kita begitu teratur? Bukankah lama-lama kita akan jenuh dengan melakukan rutin yang sama setiap hari?
Akupun dulu berpikir demikian, namun setelah mencoba menerapkannya, aku justru menemukan jawaban lain. Katanya manusia hanya bisa membuat 2 keputusan efektif dalam sehari. Saat aku belum memiliki rutin, rasanya menentukan jam berapa aku harus mandi pun adalah sebuah keputusan yang mengurangi kuota keputusanku hari ini. Namun, saat kita memiliki rutin pada hal-hal yang tiap hari dikerjakan, semuanya akan terotomatisasi sehingga kita tidak perlu membuat keputusan berulang untuk kegiatan harian. Sehingga otak kita memiliki kesempatan untuk mengolah hal lain dan membuat keputusan yang lebih penting dan esensial.
Hal itulah yang ingin aku tularkan kepada teman-teman Banua Tada. Di Petualangan ini, banyak sekali kesempatan yang datang dan sayang sekali bila kita melewatkannya karena ribet dengan keseharian berulang yang butuh diputuskan. Walaupun mungkin, saat kembali dari penjelajahan teman-teman Banua Tada tidak menerapkan rutin yang sama, namun karena rutin ini teman-teman Banua Tada punya banyak hal yang bisa dialami selama menjelajah Bali. Daripada memutuskan aku harus mandi jam berapa hari ini, kan lebih baik bila kita memutuskan akan berjalan kemana aku hari ini?