Orang-orang yang kenal saya cukup dekat, pasti hafal, saya sering bergurau soal pemakaian barang. Kalau ada barang yang rusak (walaupun sudah lama pemakaiannya), saya suka berujar, "kok ga awet ya barangnya". Walaupun mungkin sudah panjang umur barangnya. Salah satu contohnya, layar proyektor yang sejak awal kita gunakan di Semi Palar, sampai hari ini masih berfungsi, masih bisa digunakan. Saya senang kalau punya barang yang awet dipakai. Yang pasti kita berhemat. Kedua, kita juga membantu planet kita lewat panjangnya usia kebermanfaatan barang itu. Bayangkan betapa bumi kita akan lebih penuh sampah kalau barang-barang kita semua adalah barang2 sekali pakai... Bakal mengerikan sekali.
Kalau barang pribadi, yang cukup sering dibahas adalah mobil yang sampai sekarang masih saya pakai. Daily driver, saya gunakan sehari-hari. Mobil saya keluaran tahun 2002. Sekarang sudah tahun 2022. Jadi sudah 22 tahun usianya. Masih belum keliatan seperti mobil tua - alias awet muda. DIpakenya juga masih enak. Pernah ada yang bilang seperti mobil baru - walaupun menurut saya ungkapan itu agak berlebihan. Bahwa kondisinya masih bagus ya iya. Supaya awet bagaimana? Ya pemakaiannya tentunya harus hati-hati, barang2 perlu dipelihara juga dengan baik. Kalau ga begitu ya bagaimana bisa awet. Sebentar pasti rusak.
Kompor yang ada di dapur, di rumah saya juga sudah lama sekali dipakai, kalau saya tidak salah ingat saya beli tahun 1998. Demikian juga lemari es yang sekarang ini ada di rumah. Jadi barang-barang itu cukup awet-walaupun tampangnya sudah kuno. Tapi masih fungsional kok sampai hari ini. Sampai anak-anak usia SMP, mereka masih memanfaatkan tempat tidur yang saya gunakan dulu sewaktu kecil. Nah ini awet banget nih. Sampai akhirnya rontok juga dimakan usia. Jadi ya begitulah contoh-contohnya.
Hal ini saya coba tekankan juga di Semi Palar - di rumah belajar kita. Kalau belanja sesuatu jangan selalu cari yang murah, tapi bakalan cepat rusak dan harus sering diganti. Akhirnya mahal juga. Belum lagi kita jadi terganggu kalau barang2 cepat rusak. Belum lagi di Semi Palar masyarakat penggunanya banyak. Salah satu contoh yang paling legendaris adalah keran di toilet dekat TK. Keran itu terpasang sejak 17 tahun yang lalu kita membangun Semi Palar. Jadi sudah 17 tahun di sana. Sudah tidak lagi sempurna bekerjanya, tapi masih berfungsi. Maksudnya masih mengalirkan air dan bisa ditutup sehingga air tidak lagi ngocor. Hanya saja ada satu titik di mana ia menutup aliran air. Terlalu jauh menutupnya, air akan mengalir lagi - walaupun tidak besar. Berkali-kali pa Iwan tanya apakah itu mau diganti, saya bilang jangan. Karena keran itu justru keren, bisa mengajari penggunanya untuk lebih aware - dan mindful sewaktu menutup keran itu. Jadi keran itu malah sangat istimewa. Mungkin hanya di smipa ada keran yang bisa mengajak penggunanya belajar lebih mindful. hahaha...
Oke, jadi itulah catatan saya malam ini. Semoga jadi catatan yang bermanfaat buat pembacanya. Nah tulisan ini masih bakal nyambung lagi - karena ada yang berkomentar - wah kalo semua orang seperti kamu, roda ekonomi bakal ga berputar dong... Nanti kita bahas di tulisan selanjutnya. Salam.
Photo by Krivec Ales from Pexels