Ini tulisan lainnya tentang Literasi. Literasi yang dimaknai luas bukan sekedar baca tulis tapi mengamati apa yang ada di sekitar kita. Kebetulan saya menemukan peristiwa yang menggambarkan soal ini. Kebetulan juga saya mengamati hal ini, jadi ini adalah kisah tentang bagaimana saya mengamati kak Citra mengamati sesuatu yang ada di sekelilingnya.
Hal ini terjadi setelah kami melakukan waktu hening bersama di pagi hari - di awal TP16. Kami sempat mengaturkan jadwal kegiatan di sekolah untuk kakak-kakak jenjang tertentu. Kebetulan sekali hari ini kakak2 jenjang kecil bergiat di sekolah - walaupun memfasilitasi pembelajaran jarak jauh untuk teman-teman kelompoknya di rumah.
Sebelum mulai kami melakukan Waktu Hening bersama. Waktu itu kami memilih tempat di Amphiteater. Tempat yang memang cocok digunakan untuk Waktu Hening. Setelah selesai, kami beranjak dan bersiap untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya. Tapi saya amati kak Citra berhenti dan mengamati sesuatu. Ternyata ada sesuatu yang menarik perhatian. Nyaris tidak terlihat, sayapun mendekat, ternyata yang sedang diamati kak Citra adalah seekor laba-laba kecil (eh emang laba-laba ada ekornya ya 😁). Kecil sekali, mungkin hanya sekitar 3 mm. Warnanya juga serupa dengan warna dan corak lantai semen di sana. Entah hanya kebetulan, ataukah memang laba-laba itu bisa meng-kamuflase dirinya, saya tidak tahu.
Sayapun mengambil gambar dari peristiwa itu. Gambar kak Citra yang sedang memotret laba-laba itu - disaksikan kakak-kakak lainnya. Setelahnya saya juga mengambil gambar dari laba-laba kecil itu. Menarik sekali. Corak punggung laba-laba itu sangat serupa dengan tekstur dan warna lantai amphiteater.
Keren ya. Ini salah satu gambaran kemampuan literasi, kepekaan seseorang untuk mengamati apa yang ada di sekitarnya. Kalau seseorang peka mengamati lingkungannya, dengan kemampuan olahannya ia akan bisa juga merespon dengan tepat apa yang ada di sekitarnya. Manusia itu jadi responsif terhadap lingkungan sekitarnya. Apalagi kalau pengenalan dirinya (literasi dirinya) juga baik maka ia akan bisa membawa banyak manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Terima kasih buat kakak2, khususnya untuk kak Citra mohon ijin untuk menempatkan kak Citra sebagai tokoh sentral dalam esai pendek saya ini. Semoga kakak2 semakin berkembang kepekaannya, baik untuk literasi diri maupun literasi semesta - lingkungan di luar dirinya. Salam.