AES790 Kecak: Menjadi Bagian dari Solusi
Andy Sutioso
Thursday April 17 2025, 12:48 PM
AES790 Kecak: Menjadi Bagian dari Solusi

Jum'at lalu saya bersama kak @rosmelia-ayu-lestari diminta oleh kakak untuk menemani proses teman-teman kelompok Kecak yang sedang berada dalam proses mengerjakan proyek pamungkas mereka di jenjang SD.

Seperti biasa ini jadi kesempatan saya menelaah bagaimana Konsep-konsep Pembelajaran Holistik diterapkan di Semi Palar. Mengambil peran dalam proses-proses seperti ini memungkinkan saya untuk membaca bagaimana teman-teman di Smipa berproses dan mengelola pola pikir mereka dalam menghadapi berbagai tantangan pembelajaran yang dipantikkan kakak di kelas. 

Proyek yang dikerjakan teman-teman Kecak bagi saya sangat menarik. Berangkat dari kisah legenda di beberapa daerah di Indonesia. Kita tahu bahwa Indonesia sangat kaya dengan kisah-kisah legenda semacam itu. Dari sana kakak mengajak teman-teman mengamati bentang alam yang ada di lokasi tersebut dan menemukan masalah yang saat ini bisa ditemukan di sana, lalu mencoba menemukan solusinya. Bagi saya gagasan ini keren banget. Apresiasi bagi kak @anaagustina08 dan @asep-ramdan. Sangat multi aspek dan multi dimensi - dengan sendirinya olahan ini menjadi sangat holistik juga. 

Di balik itu ada spirit smipa yang sangat disentuh di sini, yaitu Menjadi Bagian dari Solusi. Ada kutipan yang saya yakini betul di sepanjang perjalanan saya bahkan sebelum mengaping Rumah Belajar Semi Palar di 20 tahun terakhir ini. Kutipan itu saya tempatkan sebagai ilustrasi tulisan ini. Kalau kamu tidak menjadi bagian dari solusi, berarti kamu adalah bagian dari masalah. 

Kutipannya sederhana ya, tapi melakukannya sangat sulit. Lihat saja di medsos, banyak koar-koar segala masalah dan persoalan di masyarakat - tapi apa yang sudah mereka lakukan? Jadi mudah memahami betapa sekian banyak permasalahan kita lihat di masyarakat, dan permasalahan ini semakin lama semakin kompleks. 

Tapi inilah yang sedang dilakukan oleh teman-teman Kecak, membaca situasi, menemukan permasalahan sekaligus merancang solusinya. Bagi Semi Palar, melatih pola pikir seperti ini jauh lebih penting dari sekedar menghafalkan rumus atau berbagai pengetahuan yang biasanya dibagikan melalui buku cetak. Ini adalah salah satu perbedaan mendasar dari pembelajaran di Semi Palar dengan sekolah-sekolah pada umumnya yang menekankan pada penguasaan materi akademik. 

Bagaimana tidak, teman-teman ini mencoba mencari solusi dari berbagai permasalahan di banyak lokasi di Indonesia. Goji sedang memikirkan bagaimana mengatasi sedimentasi Rawa Pening Jawa Tengah. Di bawah ini, Rachel sedang mencermati Penebangan Liar di Hutan Harapan Jambi, sementara Rana sedang mengolah bagaimana menangani sampah di Danau Sentani. Tiga anak yang saya ambil untuk mewakili apa yang saya saksikan kemarin.

Wow... Saya tertegun mengamati bagaimana teman-teman ini mampu mendalami permasalahan yang ada dan berpikir keras menemukan solusinya. Beberapa dari mereka bahkan sudah memikirkan siapa yang akan mengelola penerapan solusi-solusi ini Ini kan konsep mengenai pelibatan masyarakat (community engagement) bahkan sudah ada yang memikirkan bahwa solusi dari permasalahan ini secara ekonomi agar bisa menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat setempat. \

Keren banget ya. Ingat lho... teman-teman ini kan masih duduk di kelas 6 SD. Di sisi lain bagaimana mereka mengolah ide ke dalam sebuah diorama menggunakan berbagai media dan barang bekas agar permasalahan dan solusinya tergambar lewat apa yang mereka buat juga luar biasa... WIP ini teman-teman adalah titik tengah proses, di mana kakak-kakak memberikan ruang perbaikan, dan olahan lanjut di 50% tahapan proyek ini. Keren... 

20250417_110139_resize_60 1.jpg 20250417_083934_resize_97.jpg  

Di mana-mana di seluruh dunia entah ada berapa banyak profesor, sarjana dan cendekia, yang konon katanya punya banyak ilmu dan kepandaian, tapi kenapa kita lihat begitu banyak permasalahan yang kian tidak teratasi. Saya berharap proses pembelajaran teman-teman di Semi Palar - seperti yang saya lihat di teman-teman Kecak ini. Ini juga gambaran bahwa anak-anak kita punya kapasitas yang sangat besar selama kita juga membuka ruang belajar mereka seluas-luasnya. Semoga tulisan ini bermanfaat. Terima kasih banyak teman-teman Kecak. Salut. Tetap semangat dan Salam. 

You May Also Like