Bukan kebetulan, Semi Palar berada di peralihan Tujuh Tahunan ke-tiga menuju Tujuh Tahunan ke-empat. Bertepatan waktu setelah 20 tahun perjalanannya. Bukan kebetulan, karena kami meyakini segala sesuatunya sudah ada yang merencanakan. Ini jadi menarik direfleksikan terhadap apa yang sedang terjadi saat ini. Pas dengan titik balik siklus semesta yang berdurasi puluhan ribu tahunan. Sedang berlangsungnya gejolak alam semesta, sekaligus juga proses pergeseran kesadaran manusia. Ini adalah momentum peralihan peradaban manusia. Proses yang terjadi 26.0000 tahun silam dan akan berulang di 26.000 tahun mendatang. Masa hidup manusia terasa tidak bermakna di dalam siklus semesta yang begitu jembar. Karenanya banyak tokoh yang menyebutkan bahwa saat ini adalah The Most Exciting Time to be Alive.
Kalau mengikuti berbagai tayangan di kanal youtube, berbagai tokoh yang memahami tentang proses ini juga menyebutkan bahwa bulan Juni - Juli ini adalah titik puncak peralihannya. Kesadaran ini yang kami coba bawa di dalam merancang tematik pembelajaran, dan disampaikan kepada para kakak bahwa waktu saat ini, adalah bukan waktu biasa, This is No Ordinary Time.
Dalam prosesnya Semi Palar juga digiring masuk ke arus kesadaran ini. Saya percaya ini juga arus besar Semesta yang menitipkan sesuatu di dalam perjalanan Rumah Belajar Semi Palar yang sejauh ini terus kami berusaha pahami semakin utuh dan semakin utuh melalui Pendidikan Holistik. Holistik selain juga bicara tentang keutuhan, berbagai literatur juga menyebutkan istilah ini mengandung makna Holy, secara intrinsik mengandung dimensi kesakralan.
Dalam rentang waktu yang lebih singkat, kami merasakan bahwa proses memahami, semakin mendalam dan semakin mendalam dimulai sejak pandemi COVID-19, bahkan lebih awal dari itu. Sepuluh tahun silam, kami mulai menyadari bagaimana kita perlu terus mencari dan menemukan esensi. Dari proses itulah Semi Palar seakan-akan berproses semakin mendalam dan semakin mendalam. Saat pandemi. Semi Palar menemukan konsepsi SKM, Sederhana, Kontekstual dan Mendalam, yang berlanjut ke proses kami menemukan olahan Literasi yang lebih mendalam dan memilahnya menjadi Literasi Semesta dan Literasi Diri.
Kalau pernah dengar istilah Down The Rabbit Hole, ibarat kita masuk ke sarang kelinci yang bercabang dan bercabang di dalam tanah, entah di mana ujungnya. Kedalaman diri manusia memang tidak bisa diraba di mana ujungnya, karena sisi terdalam manusia adalah dalam esensinya masuk ke dimensi kesadaran manusia yang boundless, infinit, tidak berbatas, tidak berujung.
Sejak akhir TP lalu, saya pribadi merasakan ada sesuatu yang besar yang sedang terjadi di dalam diri dan di luar sana. Sesuatu yang berlangsung terus sampai hari ini. Setelah dipelajari memang ada sesuatu yang mendalam
Photo by Tara Winstead: https://www.pexels.com/photo/person-holding-orange-puzzle-piece-8386184/