Sore tadi, tim KPB berkumpul dan berbincang dengan kak Agni. Seorang kakak yang berperan besar dalam proses perintisan KPB (Kelompok Petualang Belajar), jenjang yang boleh dibilang 'paling ekstrim' pendekatan holistiknya. Jenjang yang proses pembelajarannya sulit dipahami karena juga sulit dijelaskan secara singkat - terutama kepada masyarakat yang tidak banyak bersentuhan dengan model-model pendidikan yang berbeda - dibandingkan pendidikan formal umumnya. Bahkan di Semi Palar pun, KPB tidak sepenuhnya dipahami oleh warga Smipa. Walaupun demikian setelah 10 tahun lebih perjalanannya, KPB sudah memberikan catatan menarik dari sebuah proses belajar holistik yang batas-batasnya sangat abstrak dan terbuka.
Secara kurikulum, acuan-acuan proses pembelajaran KPB sangat terbuka. Mungkin sejalan dengan namanya, Kelompok Petualang Belajar. Ini adalah salah satu hal yang jadi tantangan bagi kami untuk mengelola Kurikulum KPB.
Di Semi Palar kami akrab dengan jargon Less is More. Hal ini juga terkait dengan pengelolaan kurikulum KPB. Bagaimana di tengah luasnya kemungkinan eksplorasi ditambah dengan kapasitas teman-teman yang juga sudah jauh lebih besar - dan minatnya yang semakin kuat, proses belajar di KPB bisa tetap holistik dan tetap mengarah-mengarah pada sasaran pembelajarannya.
Hari ini kami berkumpul untuk mengupas kembali apa spirit KPB saat di awal pendiriannya - apa saja yang jadi pemantik dan bagaimana prosesnya. Bahasa penjelajahannya adalah Back Azimuth. Sejauh ini karena betul terlepas dari Kurikulum formal, KPB adalah satu jenjang yang paling holistik. Jumlah muridnya tidak banyak - karenanya pendampingan di kelas sudah semi coaching. Kami berusaha keras supaya setiap anak KPB bisa menemukan bintangnya. Menuntaskan proses di KPB dengan keyakinan dan kedirian yang sudah ajeg untuk melangkah ke depan.
Sudah cukup banyak lulusan KPB di tahun ini dan beberapa juga sudah lepas dari pendidikan S1nya kemudian masuk ke masyarakat. Ini bisa menjadi telaah yang cukup menarik bagaimana teman-teman KPB yang kebanyakan dari mereka menjalani proses lengkap dari usia kecil sampai lepas usia SMA melanjutkan perjalanan kehidupannya berbekal berbagai kepingan pembelajaran dan kepingan kesadaran yang sudah bisa mereka kumpulkan. Semoga tulisan ini bermanfaat. Salam.