Ya, hari ini cerita lagi tentang pengalaman masak. Kali ini yang aku masak adalah roti focaccia. Aku pertama kali mencoba roti ini di salah satu toko roti di dekat rumah. Pertama kali makan, rasanya sangat enak dan tekstur rotinya pun menarik. Rotinya ini ringan dan seperti berongga rongga. Namun rongganya kecil dan jaraknya cukup dekat. Di atas rotinya ditambahkan tomat dan zaitun. Sejak saat itu, entah mengapa roti focaccia ini justru jarang dijual lagi. Sehingga sudah lama aku tidak memakannya lagi.
Akhirnya di hari Minggu kemarin aku pun coba membuatnya. Ternyata cara dan bahan untuk membuatnya sangat mudah. Hanya butuh tepung, air, garam, ragi, dan minyak zaitun. Tapi kita juga bisa menambahkan sendiri bahan untuk di atas rotinya. Karena masih percobaan, aku hanya menambahkan oregano saja. Untuk prosesnya pun sangat mudah, tidak perlu diulen atau hal ribet lainnya. Tapiii, waktu untuk menunggunya mengembang lah yang lama. Total pembuatan roti ini mulai dari mencampur bahan hingga selesai memanggang kurang lebih 13 jam. Tapi ada juga resep atau cara yang waktunya tidak selama itu.
Memang waktunya lama banget tapi hasilnya sepadan. Roti yang aku buat ringan dan berhasil berongga. Namun teksturnya masih kurang sama dengan yang aku dulu makan. Rasanya pun agak kurang asin dan memang sebaiknya diberikan topping lagi di atasnya.
Ketika membuat ini aku mendapatkan beberapa info baru juga. Misalnya mengenai perbandingan 3 jenis ragi. Terdapat 3 jenis ragi yaitu fresh yeast, instant dry yeast, dan instant yeast. Intinya semakin ke kanan dari urutan yang aku tulis, maka penggunaan raginya semakin sedikit. Jadi perbandingannya 1 fresh yeast : ½ instant dry yeast : ¼ instant yeast. Resep yang aku gunakan menampilkan jumlah ragi dengan jenis fresh yeast. Karena aku hanya memiliki instant dry yeast, jadi jumlah yang kugunakan adalah setengah dari yang dicantumkan di resep.
Satu hal lagi yang berhubungan dengan ragi adalah soal penggunaan garam. Ketika akan menggunakan garam dan ragi, jauhkan posisinya dan jangan biarkan mereka melakukan kontak langsung, karena kerja ragi bisa kurang efektif. Memang pada akhirnya mereka akan tercampur di antara tepung, tapi setidaknya tidak semua akan kontak langsung. Jumlah garam pun jangan terlalu banyak, hanya sekitar 1,8% sampai 2,2% dari total jumlah tepung.
Ternyata dari membuat roti yang sebenarnya sangat mudah, aku bisa mendapatkan informasi-informasi baru yang akan berguna untuk kegiatan memasak ke depannya.
Focaccia sangat enak untuk dibuat panini sandwich atau hanya sekedar fresh mozzarella (harus yang fresh), tomat dan daun basil.
Okee Om nanti aku coba sarannya kalau bikin focaccia lagi. Sebenernya sekarang aku lagi bikin focaccia, tapi lagi ngga ada fresh mozzarella dan basil. Lain kali aku coba deh Om, makasih untuk sarannya Om