Pertama, kemerdekaannya itu diberikan dan bukan diraih. Makanya kecenderungannya keuntungan. Bukan kemanfaatan.
Kedua, terkait keuntungan tadi. Dasar penolakannya terhadap korupsi adalah iri hari, bukan diri yang berada di posisi menguntungkan itu. Jadinya protes.
Ketiga, kondisi satu dan situasi dua terjadi berulang dalam jangka waktu lama. Membudaya. Tidak heran kalau kepenuhan diri baru terisi melalui komparasi. Berlomba-lomba mengisi celah yang terbuka, tidak rela kalau ada jeda.
Ngomongin apa ini?
Obrolan perilaku berkendara di jalan raya saja.
Antara trotoar dan marka penyebrangan jalan, yang senasib. Sama-sama diabaikan keberadaannya oleh penunggang kendaraan.