AES179 Ngerti Belum Tentu Bisa
leoamurist
Thursday January 20 2022, 5:15 PM
AES179 Ngerti Belum Tentu Bisa

Banyak pertanyaan yang tidak perlu dipertanyakan sebenarnya, terutama pertanyaan mengenai tindakan. Karena persoalan tindakan hanya perihal keselarasan apa yang dikatakan dengan apa yang dinyatakan.

Misalnya, kita mempersoalkan mereka yang selalu terlambat dan seenaknya saja. Segala pembahasan dan penemuan, pengetahuan dan penelitian, percuma. Karena standar kita diterapkan kepada perilaku mereka.

Yang lebih pas bisa jadi adalah perilaku kita diterapkan kepada perilaku mereka. Jadi perbandingannya adalah pola perilaku dengan pola perilaku. Bukan pola perilaku dengan pola pemikiran.

Kita bilang mereka arogan. Bukankah arogansi kita yang menilai mereka arogan. Kita bilang mereka enggan terlibat. Bukankah keengganan kita untuk terlibat yang mereka contoh.

Seringkali kalau sudah duduk di kursi atas, apalagi dengan badan yang berat oleh pengetahuan (asumsi) dan keinginan (ekspektasi), jadi tidak mampu menapakkan kaki di tanah yang sama.

Karena sudah pernah, tidak berarti tidak perlu lagi sekarang. Karena sudah mengerti, tidak berarti tidak perlu lagi sekarang. Justru karena sudah pernah dan sudah mengerti, perlu nyatakan lagi sekarang.

Bukan kata-kata kita kan yang diserap sebagai ilmu. Justru tindakan kita menyatakan kata-kata itulah yang bernilai, katanya selaras dengan nyatanya.

Alih-alih berteori seharusnya begini begitu blablabla, lebih kena kalau langsung mengelap jendela bersama-sama sambil berbagi ilmu mengelap jendela. Terlepas dari merasa sudah mengerti karena sudah tiga puluh tiga tahun melakukan hal itu setiap tiga hari.

Justru itulah nilainya, menyatakan kembali katanya yang sudah tiga puluh tiga kali tiga kali itu. Sekarang.

Nilai kan terletak pada nyatanya, bukan pada katanya. Salah satu maksud dari ngarti can tangtu bisa adalah memberi contoh tindakan, bukan memberi perintah. Mengerjakan bersama-sama, bukan mengawasi dan berkomentar seharusnya, koq gitu sih, gak tau lagi mau ngomong apa.

Karena memang sudah tidak ada lagi yang perlu diomongin, perlunya ditindak lanjutin.