AES 062 Kita, Biasa
leoamurist
Friday August 6 2021, 10:38 AM

Kita.

Ternyata tidak beda dengan kucing liar.
masuk ruang dahulu baru mengeong kemudian

Ternyata tidak beda dengan ayam lepas di jalanan.
merebut tempat dan memotong jalur kalau ada kesempatan, tidak mampu menghormati kekosongan

Ternyata tidak beda dengan kelelawar malam.
mencuri dalam gelap, makan tanpa menghabiskan, berantakan kemana-mana

9310954284?profile=RESIZE_180x180 Ternyata tidak beda dengan tikus got.
berkutat pada merusak wadah penyimpanan makanan mengajak sesamanya ikutan kemudian akhirnya saling memakan

Ternyata tidak beda dengan rayap rumah.
kecil namun menggerogoti dengan mengunyah-ngunyah hal kecil dan remeh, hanya itu saja yang diketahuinya

Ternyata tidak beda dengan kecoak jamban.
bertahan dalam ruang terbelakang menikmati buangan dan ampas-ampas kekuasaan, ketagihan

Ternyata tidak beda dengan lalat sampah.
sudah mulai tersebar berita informasi katanya katanya, berbondong-bondong mendekati tempat sampah mengomentari komentar, berisik sangat pula

Ternyata tidak beda dengan belatung parasit.
parasit, melekat pada inang dan menghabisi tempatnya menempel sampai habis rusak dan lenyap, lalu pindah tempat

Ya, bung dan nona. Yang membedakan manusia dengan kera hanyalah kemampuannya untuk membuat alasan-alasan. Untuk perilaku dan tindakan yang sama.

-

Ya, bung dan nona. Yang membedakan manusia dengan kera hanyalah kemampuannya untuk membuat alasan-alasan. Untuk perilaku dan tindakan yang sama.

Terlalu negatif katamu. Terlalu sinis ucapmu.
Ya, bung dan nona. Demikianlah kalian mengerti hal positif darinya. Demikianlah kalian mengerti mengenai harapan darinya.

Peliharalah keseimbangan, bung dan nona. Seperti siang malam. Bahkan satu hari penuh dengan terang tanpa kegelapan, kalian keluhkan.

Demikianlah dengan naifnya kita kutuk kegelapan.
Demikianlah dengan polosnya kita puja terang.

Bahkan kera pun mengerti, kalau ternyata tidak beda keduanya itu. Tidak ada perbedaan, hanya ada pergantian. Perubahan.

Demikianlah adanya kesatuan. Demikianlah adanya keseimbangan.

-

Kita tidak pernah menanamkan apa-apa, kita tidak akan kehilangan apa-apa.

Kita hanya bisa bergerak dengan cara yang dipelajari dalam latihan, pengulangan.

Kita adalah apa yang kita lakukan terus menerus. Luar biasa, namun pada saat yang sama itu pun bukan sebentuk aksi, hanya kebiasaan.

Menjadi biasa berbeda dengan biasa. Ada unsur menjadi, itulah yang membedakan yang biasa terjadi dengan yang menjadi biasa.