Biasanya kalau peran sudah dimatikan, karakter akan mengalihkan dirinya kepada daya guna. Seberguna apa itu di ruang lain. Persoalannya, sehebat apapun fungsi kalau tanpa peran yang terisi pada akhirnya hanyalah cerita stagnan yang abadi.
Daya guna cemerlang di kotak-kotak parsial, sebesar seluas sedalam apapun ya tetap kotak. Sehebat dan seberdampak baik apapun, ya tetap parsial. Semacam memberi makan kepada orang kelaparan di tengah perjamuan besar.
Merasa berguna karena memberi makan, malahan memperkuat pengalihan. Bukankah kita sedang berada di tengah perjamuan dengan makanan melimpah. Mengapa malah sibuk memberi makan dia yang kelaparan, dia yang juga tamu undangan perjamuan seperti kita.
Biasanya kalau peran sudah dimatikan, karakter akan mengalihkan dirinya kepada rasa berdaya dan rasa berguna. Merasa berdaya guna, merasa memiliki waktu, merasa ada tempat lain yang lebih baik. Merasa mampu, enggan mengampu.
Mengalihkan perhatian dari kenyataan hadir dengan menenggelamkan diri dalam kesibukan. Sibuk mengerjakan hal serupa di ruang berbeda. Bahkan di sana mereplikasi fungsi yang tidak dipenuhi di sini, dengan melupakan kalau bukan peran yang memilih fungsi malahan fungsi yang memilih perannya.