Ketertiban adalah yang utama. Setiap orang mengisi peran, melaksanakan fungsi, dan menunaikan tanggung jawabnya dengan baik. Termasuk saling membantu dan menghargai satu sama lain, jadi kalau ada yang tidak mampu ya dibantu. Kalau ada yang menghina, baiklah diberikan penyadaran segera.
Tidak ada cara lain yang lebih baik daripada cara yang telah ada sebelumnya dan masih bertahan sampai saat ini. Terbukti, yang bertahan adalah yang dibutuhkan. Aturan adalah keniscayaan. Walaupun selalu ada penyesuaian, dalam menyesuaikan pun ada aturannya juga kan.
Eits, tidak sekaku itulah aku. Hal yang menyenangkanku sebenarnya adalah pemikiran-pemikiran spontan dan impulsif. Memang seringkali jadi terkesan kontradiktif. Padahal itu hanyalah paradoks. Yah, itulah olahan internalku. Bagaimana yang spontan dan impulsif itu terjadi dalam koridor yang terkendali.
Makanya, yang kubutuhkan adalah kepastian dan kejelasan dari hasil penelitian. Baik olehku sendiri ataupun orang lain, yang penting ada dasar penelitian yang valid. Kejelasan ini, selain menenangkan juga menyenangkan. Ketertiban itu kan soal kelayakan, istilah kerennya common sense.