Merentang yang tidak menjangkau, seperti mengembang yang tak mengembangkan. Wajar, setinggi-tingginya bangau terbang akhirnya jadi kecap juga. Eh, bukan! Itu itu iklan. Peribahasa benernya, sejauh-jauh bangau terbang, akhirnya ke pelimbahan (kubang) juga. Memang ya, bahasa itu perih sampai dibilang perih bahasa.
Merentang yang tidak menjangkau, seperti mengembang yang tak mengembangkan. Memang, sudah pernah ke ujung dunia. Hanya ketika pernah saja dan tak berulang, ya kembali kepada kesempitan. Bahkan yang mengulang-ulang keluasan pun, terjebak dalam kesempitannya yang luas itu.
Merentang yang tidak menjangkau, seperti mengembang yang tak mengembangkan. Semakin besar sendiri semakin betul sendiri, semakin mengecilkan sendiri semakin berkontradiksi sendiri. Merentang memang, hanya tak menjangkau. Apalah yang tersentuh kalau tak menyentuh.
Merentang yang tidak menjangkau, seperti mengembang yang tak mengembangkan. Penawar dari racun kesudah tahuan di tangan kirimu adalah madu di tangan kananmu. Aku tak tahu tak tahu mana yang akan, kau berikan padaku. Hyaaa malah jadi kayak lagu jadul. Salah satu penawarnya, always on beginner mind. Menjangkau kebaruan, menyentuh hal-hal kecil yang signifikan. Penawar lainnya, be the beast that devour larger prey. Meoong…