“Be the change you want to see in the world.” Kata siapa ya, lupa. Dan dunia itu tidak muluk-muluk seluruh bumi. Bahkan tidak senegara, juga bukan sekota. Selingkungan ini dulu saja.
Seperti, ingin perubahan tiada kerja keras bagai kuda. Bagai kupu-kupu malahan, karena kuda gak kerja sampai malem. Kupu-kupu sampe malem masih aja kerja, sampe nempel di lampu.
Kita tidak bisa menyelesaikan persoalan lama dengan cara lama, yang adalah salah satu penyebab persoalan tersebut. Perlu ada cara baru untuk menyelesaikan persoalan lama, walaupun muncul persoalan baru.
Hanya, yang baru pun akan usang nantinya. Inilah spirit kebaruan. Menyatakan perubahan melalui diri sendiri. Meniadakan kerja keras dengan bekerja cerdas, bukan keras meminta kerja ditiadakan.
Beda*, ini konsekuensi logisnya. Perubahan kan soal berubah, bukan mengubah. Menjadi beda* berarti berubah, ada perubahan ada perbedaan. Kalau yang sama sama saja ya gitu gitu aja. Sama kan dari dulu, minta perubahan tanpa berubah. Maka, tega lah untuk jadi beda*.