.
.
Saya menonton film pendek ini karena film ini merupakan salah satu dari tiga film yang kami harus tonton untuk membuat resensi.. Dari semua film yang saya tonton, film We merupakan film yang daþpat membuat saya fokus dengan ceritanya dan juga cukup menarik. Film lainnya tidak dapat membuat saya tertarik dengan ceritanya seperti film ini, bahkan ada film yang sangat absurd sampai membuat saya bertanya-tanya apa yang saya sedang tonton. Itulah mengapa saya memilih film ini untuk dibuat ulasannya. Sedikit fakta menarik mengenai film pendek ini, film pendek ini merupakan adaptasi cerita dari lagu berjudul “We” karya Juang Manyala featuring Cholil Mahmud dan Gardika Gigih yang dirilis pada tahun yang sama.
.
.
Adin bersama orang tuanya sedang berkumpul di ruang tamu untuk membaca hasil dari kelulusan masuk kuliah Adin. Namun ketika mereka melihat hasilnya, ada perasaan berbeda yang muncul dari Adin dan orang tuanya. Adin merasa senang dan baik-baik saja. Tetapi untuk orang tuanya, seperti ada kekhawatiran yang muncul di dalam perasaannya. Bapaknya terlihat lebih bimbang dibandingkan Ibunya, sehingga sering kali ia menunjukkan ekspresi datar. Namun, rasa kekhawatiran dan kebimbangan itu dapat hilang seiring waktu.
.
.
Adegan yang paling berkesan dari film pendek ini adalah ketika bapak Adin melihat sisa kue yang terletak di atas dashboard mobilnya dan mengambil satu gigitan dari salah satu kuenya. Adegan tersebut merupakan adegan yang cukup emosional karena kue itu membuat ia teringat dengan Adin. Selama ini ia selalu merasa cemas dengan Adin yang akan berangkat ke luar kota untuk kuliah. Ia selalu mencoba untuk tidak mengekspresikan kecemasannya, namun gigitan kue itu memberikan berbagai macam perasaan yang sangat kuat sehingga ia tak bisa menahankan perasaannya lagi. Adegan ini menjadi adegan favorit karena meskipun tidak ada satu kata yang diucapkan, tetapi adegan tersebut dapat mengeluarkan perasaan yang sangat kuat.
.
.
Kelebihan dari film pendek ini adalah film ini memiliki alur yang tidak terlalu cepat atau terlalu singkat, sehingga tidak membosankan atau susah untuk ditangkap ketika ditonton. Pemeran dalam film ini dapat mengekspresikan wajahnya sesuai dengan suasana dan perasaan yang sedang dialami karakternya. Salah satu contohnya adalah ketika bapak Adin telah melihat hasil pengumuman sekolah Adin. Ia awalnya merasa senang namun lama-lama ia mulai merasa cemas dan emosi itu dapat diekspresikan dengan baik oleh transisi ekspresi mukanya. Lalu, pewarnaan yang ada pada film ini enak untuk dilihat sehingga selama menonton saya senang melihat adegan-adegannya. Pewarnaan filmnya juga dapat memberikan bayangan kepada penonton mengenai suasana lingkungan karakternya dengan lebih baik. Propertinya yang digunakan dapat memberi suatu suasana yang mengesankan di dalam ceritanya, seperti desain interior yang dimiliki rumahnya. Saya suka dengan cara filmnya diam-diam membuat kameranya fokus dengan kue yang sering muncul, karena di bagian akhir film kue itu menjadi salah satu benda yang penting. Audio yang terdapat pada film ini juga memiliki kualitas yang bagus. Suara pemeran dapat terdengar dengan jelas dan di belakang suaranya juga terdapat suara background sehingga kondisi tempat karakter menjadi lebih terbayang namun tidak menutupi suara pemeran.
Kekurangan dari film ini adalah beberapa adegannya dipotong dan disambung dengan adegan lain yang berada pada waktu dan tempat yang berbeda dari adegan awalnya sehingga terkadang terjadi kebingungan. Bagian itu sebenarnya sedang menceritakan dua sisi dari dua karakter yang berbeda sehingga latar tempat dan waktunya akan sedikit berbeda untuk adegan-adegannya. Namun saya merasa terkadang urutan adegannya sedikit sulit untuk diikuti dan menjadi membingungkan. Lalu introduksi lagu yang dimainkan pada bagian awal film terdengar sedikit terlalu keras sehingga menjadi sedikit mengagetkan ketika mendengarnya. Pada saat sebelum musiknya diputar, suara lain yang ada di filmnya dikecilkan agar intro musiknya menjadi lebih mengesankan. Tetapi itu malah membuat saya menjadi terkejut dengan suara musiknya.
Hal yang saya sarankan agar film ini bisa menjadi lebih baik adalah pada saat filmnya menayangkan adegan-adegan yang terpotong untuk menunjukkan perasaan dua karakter yang berbeda, urutan adegan-adegan tersebut bisa disesuaikan lagi agar penonton bisa mengikuti ceritanya dengan lebih mudah. Lalu, untuk introduksi lagu yang dimainkan pada bagian awal film. Ketika karakternya selesai menyampaikan dialognya maka suara lain yang terdapat pada filmnya bisa dikecilkan. Suara itu dikecilkan hingga tidak ada suara lagi yang terdengar, dan setelah itu lagu dapat mulai diputar. Untuk di bagian awal lagu, lagunya bisa diputar dengan suara yang lebih kecil dibandingkan dengan bagian lagu seterusnya, sehingga lagunya tidak mengagetkan penonton dan introduksinya bisa lebih lembut.
.
.
Secara keseluruhan, film pendek ini memiliki kualitas yang cukup baik. Dari pemeran yang memerankan karakternya hingga teknik yang digunakan dalam merekam film ini semuanya dapat membuat pengalaman menonton film ini menjadi mengesankan. Selama menonton, saya dapat fokus kepada ceritanya dan juga menikmati lagu serta adegan-adegan yang dipersembahkan. Film ini tentunya saya rekomendasikan untuk ditonton oleh orang lain karena kualitasnya yang bagus. Menurut saya orang yang menyukai film dengan makna tersembunyi di dalamnya dan juga film yang dapat memunculkan perasaan yang cukup dalam akan menyukai film ini. Dalam skala 1-10, saya menilai film ini 8 karena meskipun ada beberapa kekurangan yang sedikit mengganggu pengalaman menonton film ini, film ini tetap membuat saya senang ketika menontonnya dan juga memiliki kualitas yang baik sehingga cukup mengesankan.
.
.
Tonton film We di sini: