Mungkin sedikit telat baru menulis tentang topik ini sekarang, tapi saya kemarin-kemarin belum mendapatkan topik untuk ditulis. Tanggal 19 kemarin, saya mendapatkan tugas untuk menjadi tim pengibar bendera. Tahun lalu pun saya mendapat tugas yang sama, seorang pengibar, bedanya tahun ini formasi pengibar jauh lebih kompleks karena akan ada 9 orang. Yang biasanya hanya 3 untuk upcara, naik level hingga menjadi 9 orang. Tahun lalu pun tidak sebanyak ini, tahun lalu pengibar hanya memiliki 6 orang anggota tim.
Walau begitu, saya sangat senang karena dipilih sebagai tim pengibar lagi, karena menurut saya adalah suatu kehormatan besar untuk mengibarkan lambang negara Indonesia, dan tidak kalah juga menjadi pengibar seru menurut saya. Saya pribadi jujur, bukan seseorang yang sangat antusias tentang hal upcara, terutama kalau menjadi peserta upacara, menurut saya sedikit membosankan. Tapi sebagai anggota tim yang dipercayakan untuk mengibarkan bendera membuat saya bersemangat untuk memberi effort yang maksimal dan mengibarkan sang merah putih dengan hormat.
Selain dari upacara yang diadakan, ada juga lomba-lomba yang diselenggarakan di Smipa. Saya hanya mengikuti 2 perlombaan saja, itupun salah satunya karena ditunjuk untuk ikut karena kekurangan peserta. Lomba susun balok dan lomba tarik tambang. Saat lomba susun balok, saya satu tim bersama Yanuar dan Cano. Kami memutuskan untuk membuat candi Borobudur karena tidak ada ide untuk bangunan bersejarah lainnya. Dan beruntungnya, kami bisa mendapat juara 2. Sangat seru. Juga saat lomba tarik tambang, kami semua dibagi kelompok dan dicampur dengan siswa SMP. Kelompok saya bisa memenangkan juara 1 (maaf Kenza). Sungguh hari yang penuh makna dan juga tawa.