Magang merupakan salah satu pikiran yang akhir-akhir ini sangat membingungkan untuk diriku. Magang sudah menjadi kewajiban di KPB dan aku sendiri baru berkesempatan magang di kelas 12 ini. Awalnya sih masih santai banget, membuat proposal, mempersiapkan CV kemudian manceri tempat mana yang cocok untuk aku magang. Saat itu, kakak pernah memberikan list mengenai tempat magang apa saja yang memungkinkan untuk kami apply dan sesuai dengan bisangnya, karena pilihannya ada banyak, ada yang mengenai fashion, FnB dan masih banyak lagi.
Aku sendiri memiliki minat di bidang makanan, maka dari itu aku langsung mencari di FnB, aku langsung menghubungi kemudian mengirimkan CV. Anehnya saat itu tidak diminta proposal dan berkas lainnya. Aku menunggu cukup lama sampai akhirnya aku mendapat email bahwa aku tidak diterima. Kecewa iya tapi mau gimana lagi. Yang membuat aku kecewa adalah karena aku tidak diperbolehkan untuk mencari tempat magang lain, kemudian waktu yang terbuang juga cukup lama, jadi menurutku sayang aja waktunya terbuang sia-sia. Kemudian untuk mencari tempat magang lain juga pasti akan membutuhkan waktu yang lama, dari mulai kita kirim applicationnya, interview sampai akhirnya di terima dan bisa bekerja di perusahaan tersebut.
Jujur saja, aku langsung overthinking setiap malam, bagaimana kalau aku tidak bsia magang di tempat yang aku minati, atau bahkan di bidang yang aku minati, yaitu memasak. Aku takutnya kalau tidak magang di bidang yang aku minati,aku jadi malas mengerjakannya sehinga tidak magang dengan maksimal. Walaupun begitu, aku tetap berusaha mencari tempat magang lain, tidak sesuai dengan minatku tidak apa-apa tapi bisa membantuku berkembang.
Kakak juga sempat memberikan beberapa pilihan tempat magang lain, namun sayangnya kedua pilihan tersebut tidak sesuai dengan minatku dan menurutku tidak memungkinkan untuk aku lakukan terutama di masa pandemi seperti ini. Jadi aku langsung coba apply kemana-mana untuk magang, namun disamping itu, Kak Leo juga membantuku dengan melakukan diskusi dan memberikan opsi cara magang lain yang sebelumnya belum sempat terpikirkan oleh diriku.
Tempat magang mana yang akhirnya aku pilih? Ya tidak tahu, kita cari tahu jawabannya di Atomic Essay lainnya nanti!