AES58 pandemic fatigue
nathania
Friday October 15 2021, 12:24 PM

Banyak orang mungkin masih tidak menyangka pandemi Covid-19 bakal terjadi lebih dari dua tahun sampai sekarang ini. Pandemi bahkan belum juga dinyatakan berakhir meski jumlah kasus Covid-19 dilaporkan telah mengalami penurunan. Bahkan menurutku tidak akan pertah hilang virus ini, seperti virus-virus lainnya. Ketidakpastian berakhirnya pandemi ini pun pada akhirnya bisa membuat lebih banyak orang merasakan kelelahan. Banyak orang kemudian memilih bersikap pasrah atau masa bodoh dengan peraturan penerapan protokol kesehatan (prokes) demi mencegah penularan virus corona.

Setelah aku riset seorang Psikolog Klinis, Ratih Ibrahim MM,  menjelaskan seseorang yang mengalami kehilangan motivasi untuk mengikuti saran protokol kesehatan akibat pandemi berkepanjangan dapat dikatakan mengidap pandemic fatigue. “Orang dalam level fatigue biasanya sudah merasa sangat lelah dan tidak memiliki lagi solisi atau pemecahan yang bisa dilakukan. Mereka kemudian bisa jadi tidak lagi peduli terhadap risiko yang terjadi di masa depan.” kata psikolog Ratih Ibrahim MM.

Cara mengatasi pandemic fatigue ini, pertama dengan membentuk pola piker yang positif. Mengatur pola pikir memiliki pengaruh besar dalam manajemen stres, termasuk di tengah pandemi. Kemudian mendekatkan diri kepada Tuhan juga dapat membuat diri kita lebih peduli dengan diri sendiri dan lingkungan. Lalu cara kedua, seimbangkan waktu bekerja dengan kehidupan pribadi, lebih banyak istirahat dan focus untuk mengembangkan diri sendiri, agar stress tidak menumpuk. Cara ketigaa menjaga asupan nutrisi yang baik, agar daya tahan tubuh tidak menurun, dan tidak mudah tertular virus corona maupun penyakit lainnya. Terakhir jangan mudah percaya dan jangan mudah menyebar luaskan berita yang sumbernya tidak jelas.

You May Also Like