Petualanganku di Semi Palar sudah berakhir. Lantas, apa yang aku lakukan selanjutnya? Tentu saja, aku kembali membersamai teman-teman di tempatku sekarang. Satu bulan penuh aku tidak bertemu dengan mereka. Tentunya, ada perasaan rindu dalam diri ini, sehingga bertemu dengan mereka sekarang membuat cukup gugup. Apa respons mereka ketika melihatku kembali? Apakah akan kesal? Mungkin bisa jadi marah? Atau bisa saja mereka terkejut karena sudah lama tidak melihatku. Banyak pertanyaan yang ada dibenakku perihal pertemuan dengan mereka, namun tidak mengapa. Meskipun banyak hal yang ada di kepalaku, aku tetap bersemangat bertemu dengan mereka. Tidak hanya bertemu teman-teman, tetapi dengan rekan sejawat guru disana. Tentu banyak hal yang harus aku lakukan karena sudah absen selama satu bulan, namun apa boleh buat, tetap harus dilakukan bukan?
Saat hari itu tiba, perasaanku campur aduk. Senang, sedih, hingga rindu datang secara menyeluruh. Wajah-wajah yang sudah lama tidak kulihat, suasana yang begitu tenang, rasanya seperti kembali ke rumah. Terlihat ekspresi teman-teman yang begitu terkejut akan kehadiranku disana, begitu juga aku. “Pak Prima kemana aja?”, “Pak Prima kok baru kelihatan?”, “Bapak, aku kangen”, “Pak Prima, kenapa lama banget sih masuknya. Ada urusan apa?”. Begitulah kiranya pertanyaan teman-teman saat aku datang di pagi hari. Aku bilang kepada mereka bahwa selama satu bulan ini terdapat keperluan yang penting sehingga aku harus meninggalkan mereka selama beberapa waktu. Tapi ya namanya anak-anak, mereka akan merasakan semua itu. Selain itu, aku bertemu kembali dengan rekan-rekan kerjaku. Mereka bertanya keadaanku selama disana, apakah lancar atau tidak dan sebagainya. Aku menjawab, semua baik-baik saja. Setelah kembali, rasanya agak canggung karena harus beradaptasi kembali dengan kondisi serta situasi disini. Namun, tidak mengapa. Sebuah hal yang wajar, bukan? Meninggalkan satu keseharian selama beberapa waktu untuk melakukan keseharian yang baru sehingga ketika kembali, harus menyesuaikan ritmenya lagi supaya dapat ada dijalurnya. Namun, aku menyadari sebuah hal yaitu aku dikelilingi orang-orang yang mendukungku untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Aku kira, dengan aku mengikuti proses diluar, akan menjadi sebuah masalah. Akan tetapi, justru sebaliknya. Aku mendapat dukungan penuh bahkan dari kepala sekolah. Aku bersyukur dapat melanjutkan kembali perjalananku disini setelah beberapa waktu menuntut ilmu di Semi Palar. Sebuah lingkungan kerja yang aku dambakan ketika mencari resonansi yang tepat.
Keren, Kak! Selamat kembali, pulang, Kak Prima. Salam untuk anak-anak di sana.