AES41 Menilai dan Menghargai Karya Diri Sendiri
SamBin
Wednesday September 22 2021, 5:58 PM

 Membuat karya gambar itu mudah, mau digital atau konvensional, bisa berisifat abstrak, aneh, unik, detail, atau sudah mengikuti teknik pembelajaran dasar dalam menggambar, seorang professional pun dapat menciptakan karyanya yang dinilai bagus oleh orang luar, tetapi jika ia ragu dengan karyanya sendiri, mulailah krisis tersebut, tidak percaya diri dengan karya buatan sendiri, takut untuk mengupload atau menampilkan karya tersebut, hingga berakhir dengan perputaran revisi yang tiada akhirnya, hingga pikiran dan perasaan kita dapat menganggap gambar tersebut bagus bagi diri sendiri. Demikian permasalahan ini pernah saya alami, dan baru-baru tahun ini saya menemukan solusi dan keberanian untuk memposting beberapa karya saya sendiri, dari yang paling lama hingga yang paling baru, utamanya untuk menunjukan progress peningkatan keahlian menggambar digital selama di tahun 2021 ini.

Sebelumnya dari tahun 2018-2020, saya sudah membuat gambar, tetapi masih konvensional, jumlah karyanya sendiri kira-kira bisa mencapai ratusan, tetapi kebanyakannya tidak pernah tertuntaskan, entah kenapa, setiap karya yang dibuat, saya tidak pernah melanjutkannya, sehingga didiamkan dengan kondisi gambar berbentuk skesta saja. Kebiasaan ini berawal sejak 2019, sebelumnya sendiri, tanpa mengenali adanya “furry art”, saya sering memposting gambar menggunakan pensil dan ditebalkan menggunakan drawing pen, di masa ini, bagi saya menggambar hanyalah untuk meluangkan waktu kebosanan atau untuk kesenangan imajinasi saja, demikian dengan mempelajar untuk menggambar hewan anthropomorfik, saya mencoba keras untuk mengikuti gaya gambar seniman yang saya jadikan referensi, berawal dengan “Wolfjedisamuel”, seniman digital yang menggambar hewan anthropomorfik, setiap saya membuat gambarnya tanpa mengingat referensinya, terasa rasa bangga lewat dipikiran, kadang-kadang sampai saya mengira itu adalah gambar terbaik yang pernah saya buat di seumur hidup.

Perasaan percaya diri dan bangga ini hilang saat melihat gambar orang lain yang lebih bagus, atau saat saya melihat referensi asli gambarnya, demikian turunlah kepercayaan diri saya, membuat takut dan resah setiap kali menggambar menggunakan referensi, dan jika tidak sesuai dengan referensi, maka saya harus terus mengulang gambar tersebut hingga mendapatkan hasil yang bisa dianggap sempurna. Karena tidak ada yang saya sebut sebagai sempurna, kebanyakan gambar yang dibuat tidak pernah ditampilkan di media sosial atau diluar lingkungan sekolah, tetapi di tahun 2020 sampai 2021 ini, di awal bulan Agustus saya mulai mencoba mempublikasikan 1 karya, berawal dengan 1 gambar tangan, tetapi sempat hiatus untuk memposting karya, kemudian disusuli dengan gambar digital berwarna, kemudian muncul lagi beberapa gambar digital, sampai tahun 2021 ini di bulan September, saya berhasil mengalahkan rasa takut dan ketidakpercayaan ini, hingga menghasilkan berbagai karya digital.