AES87 Photo VS Video Pose Reference
SamBin
Friday November 26 2021, 2:06 PM

Dalam dunia menggambar terdapat sebuah keahlian yang diperlukan untuk dikenali semua seniman, khususnya anatomi manusia, sebuah anatomi manusia mempunyai gerakan dan posenya sendiri, terutamanya karena konteks manusia, seorang manusia biasanya dikenal dengan gerakan atau posenya yang natural. Pose adalah sebuah posisi gerakan manusia, biasanya terlihat gerakan beberapa bagian dari alat gerak manusia, tangan, kaki, badan, leher dan sampai kepala, semua bagian ini dapat diartikulasikan ke beberapa posisi, terbatas oleh rotasi yang dimiliki setiap bagian. Menggambarkan manusia berdiri kaku adalah sebuah hal yang mudah dilakukan, contohnya adalah bagan yang digambarkan oleh Davinci, di situ semua gerakan manusia dibongkar, tetapi tidak penggambaran dengan pose yang natural.

Untuk menggambar sebuah pose tertentu, mau natural atau dibuat-buat, saya biasanya menggunakan 2 objek referensi, dari foto atau dari sebuah video. Kedua media ini mempunyai fungsi yang berbeda, sebuah foto pose biasanya bagus digunakan untuk pose yang tidak berhubungan dengan sebuah gerakan, melainkan seperti posisi diam, duduk, tidur, intinya pose yang tidak terlalu melibatkan banyak gerakan. Video dapat digunakan untuk referensi, kadang-kadang ada pose yang melibatkan gerakan badan, contohnya saat berlari, memukul atau menggunakan alat yang memerlukan banyak gerakan badan, sebuah video adalah contoh yang bisa digunakan, melihat video orang bergerak mempunyai kualitas natural yang berbeda dengan sebuah foto orang berlari, menggunakan frame dari video terasa lebih natural, karena orang yang berlari melakukannya secara natural, sedangkan jika menggunakan foto, pose lari lebih berkesan dibuat-buat.

Kenyataannya, dari kedua objek referensi ini, setiap objek mempunyai fungsinya sendiri, berfungsi untuk konteks tertentu, tidak dapat diaplikasikan untuk semua pose. Sebuah foto pose bisa dibuat secara natural, contohnya adalah foto “candid”, memfoto gerakan seseorang tanpa meminta orang tersebut memposekannya, melainkan mengamati dan mengambil foto dan gerakan orang-orang di kehidupan sehari-hari.

You May Also Like