Marie Colette adalah seorang prajurit muda yang bekerja untuk Southland Rangers, tepatnya dalam divisi inflitrasi. Southland Rangers adalah sebuah orgnasisi paramiliter yang diciptakan oleh Govs, sebuah kesatuan pemerintahan yang diciptakan oleh pemimpin negara yang ditendang keluar oleh Corvelas. Marie Colette adalah salah satu anggota Southland Rangers, anggota seluruh divisi ini adalah campuran anak muda dan beberapa veteran militer yang masih pengikut keras Govs, menolak keberadaan Corvelas, Semua anggota di Southland Rangers berpakaian seragam dan peralatan militer era tahun 80an, dari seragam, rompi peluru, helm, persenjataan dan alat komunikasi.
Marie Colette adalah anggota terbaru dan termuda di divisinya, ia tidak mengenal salah satu pun personil di divisinya, seluruh divisi ini hanya berisi orang asing dari semua negara, sejak Corvelas mengambil kendali pemerintah di seluruh dunia, banyak orang yang menolak prinsip Corvelas, sehingga menyebabkan penyebaran imigran yang cukup besar, mencampur ke berbagai negara sampai setiap negara kehilangan identitas aslinya. Sebagai seorang rekrut, hari pertama Marie berawal dengan sesi pelatihan fisik yang intensif, semua pelatihan berjalan di atas kendali seorang “drill sergeant”, Marie adalah seorang gadis yang cukup ramah dan antusias, mencoba cari seorang teman dan mengenalkan dirinya adalah aktifitas yang pertama ia lakukan.
Interaksi Marie dengan rekrut lainnya berjalan tidak begitu lancar, tidak satu pun rekrut lain yang ia ajak “obrol” menjawab pertanyaannya, tidak ada satu pun interaksi yang berakhir dengan positif, hanya momen-momen buruk, Marie dimaki-maki dan sempat ada yang menjahilinya, niat Marie untuk mencari teman berakhir dengan buruk, pengalaman terburuk bagi Marie yang menjadi permanen di kepalanya. Memori buruk tetap berdiam di pikirannya, tetapi Marie tetap bersikeras untuk mencoba kembali mencari seorang teman yang ia bisa percayai, di saat ini Marie tidak percaya bahwa satu pun orang di divisinya tidak mau berteman dengannya, “Mungkin mereka tidak mau berteman denganku karena situasi yang kelam ini”, ucap Marie sambil berbisik ke dirinya sendiri.