Sebuah truk besar masuk ke dalam terowongan, para pasukan “Southland Rangers” langsung panik, mempersiapkan persenjataannya, mengarahkan senapan mereka ke truk tersebut. Seluruh barisan pasukan terdiam, menunggu aba-aba dari pemimpin pasukan, untungnya saat itu terdengar suara sahutan dari radio genggam salah satu pasukan, terdengar suara Priviina, suara ini membuat komandan untuk menahan tembak, untungnya karena sahutan radio, Priviina dan berhasil selamat berhasil membawa kendaraan transportasi untuk pasukan “Southland Rangers”. Priviina dan Marie disambut baik oleh para pasukan yang menunggu mereka, sahutannya tidak terlalu keras, melainkan apresiasi dan beberapa sambutan yang hangat sambil bersalaman, lewat dari sesi ini, para pasukan “Southland Rangers” mulai masuk ke dalam truk, sedangkan Marie dan Priviina diminta untuk kembali duduk di kargo truknya, tempat kemudi kembali diambil oleh beberapa pasukan “Southland”, truknya cukup untuk memuat semua pasukannya, sisanya diminta untuk berdiam dan menjaga semua pintu akses, memastikan agar tidak ada pasukan Corvelas yang membuntuti truk tersebut.
Truknya mulai maju, menyelusuri terowongan bawah tanah, jaraknya untuk mencapai gerbang ke pabriknya memakan waktu yang lama dan jauh. Perjalanan ini berbeda dengan perjalanan saat liburan, terowongan ini cukup panas, tidak ada kipas atau semacam sistem pendingin, ditambah juga suara dengungan ventilasinya yang keras, dengungannya membuat semua orang di truknya tidak dapat tidur, Priviina saat ini duduk di posisi paling pojok, ditemani dengan Marie, Priviina yang berusaha untuk tidur, sedangkan Marie yang berusaha untuk duduk dengan nyaman, kenyamanan ini hilang, orang-orang yang duduk di sebelahnya mulai mendesak, beberapanya meletakan tas mereka di kursi, sisanya duduk di lantai bak kargo truk, sehingga tidak ada tempat untuk meletakan atau meluruskan kaki. Ini adalah pertama kalinya Priviina keringatan seakan mandi, rambutnya mulai basah, ikatannya mulai lepas, sehingga rambut Priviina yang panjang mulai turun dari selipan lubang helm yang ia gunakan, mulai menutupi mukanya, menganggu penglihatan Priviina, ada juga beberapa helai rambut yang menusuk matanya, helaian rambut masuk ke mata Priviina yang sedang tidur, Priviina langsung teriak kesakitan sambil mengucek matanya, karena tidak bisa melihat, Priviina tiba-tiba jatuh dari tempat duduknya, Marie dan semua orang-orang yang ada di truk mentertawakan Priviina, Priviina saat ini tiba-tiba marah.
*iklan*
Halo Warga Smipa, apa kabar! Dalam rangka menggalang dana untuk live in Kelompok Gobak Sodor ke Gambung, kami menjual produk baru nih...Yaitu kalender dan notes! Terbuat dari kertas daur ulang yang ramah lingkungan, serta hadir dengan desain yang menarik. Produk ini EXCLUSIVE ya, karena dibuat sendiri oleh kami makannya untuk pembelian harus pre-order... Bila tertarik untuk pre-order, bisa mengontak admin 081931390418 (Thania), atau kunjungi Instagram kami @sageproject , dan bisa juga kunjungi Warung Smipa...
@sageproject_=
https://www.instagram.com/sageproject_/?hl=en
Warung Smipa=