AES152 Priviina Zelevki Pt.14
SamBin
Wednesday April 6 2022, 1:19 PM

Priviina Zelevki Pt.14


 

Dengan ditinggalkannya sebuah penanda untuk Marie dan pasukan lainnya, Priviina kembali melanjutkan perjalanannya bersama sang komadan dan pasukan inti. Perjalanan mereka kali ini sudah mendekati titik akhir, mereka mencapai gerbang utama ke pabriknya, gerbang tersebut terlihat cukup terjaga, semua pasukan musuh terlihat sedang berpatroli di sekitar gerbang tersebut, dilengkapi juga beberapa senjata canggih yang mirip seperti senjata musuh yang “Southland Rangers” ambil kendali sebelumnya, mengetahui kondisi seperti ini mereka harus mencoba menjaga suara mereka, setiap pasukan mencoba bersembunyi dan berkomunikasi secara hening, menggunakan sinyal tangan dan kode morse. Persenjataan musuh yang kali ini mereka hadapi cukup berbeda dibandingkan senjata yang sudah pernah mereka lihat sebelumnya, kini senjata musuh berbentuk seakan sebuah peluncur roket dan beberapa senjata laser otomatis, ide-ide ini hanyalah imajinasi yang dimiliki oleh pasukan “Southlands” saat itu, tetapi tidak termasuk komandan pasukannya sendiri, sang komandannya mengetahui beberapa senjata tersebut, demikian ia mencoba mengidentifikasi beberapa senjata tersebut secara jarak jauh menggunakan keker.

Mengenal kedua senjata canggih tersebut, sang komandan meminta Priviina untuk mengontak kembali ke kelompok Marie, untuk memastikan apakah senjata musuh sudah bisa diambil kendali, harapan mereka untuk menang kali ini hanya terbataskan oleh senjata itu. Sebuah suara terdengar dari sebuah radio genggam pasukan “Southland Rangers”, suara itu langsung ditangkap oleh Marie, ia langsung mencoba mencari posisi tepat untuk menangkap frekuensi yang tepat, sambil berjalan dan memainkan radio tersebut, suara Priviina mulai muncul, Priviina berbicara secara bisik-bisik, menanyakan kondisi senjata musuh, Priviina mengira senjatanya tidak dapat diambil kendali, ditambah komunikasi yang relatif terputus seketika, demikian kelompok Marie tidak menghubuni tim inti. Dengan begitu leganya, Marie langsung mengabari senjatanya sudah bisa diaktifkan, kelompok Marie sudah bisa menemukan salah satu kertas panduan untuk menggunakan senjatanya, karena itu Marie dan pasukan lainnya langsung bergegas dan berjalan ke posisi Priviina, dimana sekarang mereka sudah mendekati posisi Priviina.