AES161 Priviina Zelevki Pt.20
SamBin
Wednesday April 20 2022, 12:17 PM

Priviina Zelevki Pt.20


 

Sebuah salvo roket diluncurkan, roket berterbangan ke mana-mana, ada yang menyasar dan beberapanya mengenai target sasarannya, roket yang diluncurkan hampir saja merusak dan meruntuhkan area tersebut, untungnya pilar dan dinding di tempat tersebut cukup kokoh, demikian atap ruangan itu masih bertahan kuat. Ledakan beruntun muncul seketika, mengacaukan posisi defensif dan strategi musuh, kekacauan ini membuat pasukan musuh panik dan tewas, beberapanya tewas karena ledakan roket, serpihan yang terbang, terbakar dan panik sehingga tertembak pasukan sekutu, “Southland Rangers”, berhasil mengambil kendali situasi tersebut, hancurnya posisi defensif utama memberikan jalan baru bagi mereka memasuki pabriknya. Dalam 5 jam, Priviina dan Marie masih hidup, Priviina sendiri tidak percaya ia masih bertahan sampai posisi ini, yang awalnya ia hanya seorang pemburu lokal kota tersebut sampai menjadi tentara yang masih hidup dan melawan pasukan Corvelas secara tidak langsung, sebuah rasa kebanggaan muncul dari Priviina, sebuah rasa senang, perasaan ini mendorong Priviina untuk terus melanjutkan usahanya melawan pasukan musuh.

Di antara tengah kekacauan ini, pasukan “Southlands” mulai maju, menyerbu setiap pasukan musuh yang hidup, pasukan musuh saat ini sedang lengah, semua posisi pertahanan senjata canggih mulai ditinggalkan, hanya menyisakan senjatanya saja, mengambil kesempatan ini, Priviina mencoba mengambil alih senjata itu, menembakannya ke salah satu APC yang masih bertahan dan melawan, APC itu langsung lenyap seketika, sinar yang ditembakannya keluar dan melelehkan baja kendaraan itu, hanya menyisakan bongkahan besi leleh dan mayat pengemudinya yang terbakar hidup-hidup. Hancurnya kendaraan terakhir musuh, membuat pasukan musuh lainnya kabur, semua pasukan musuh yang kabur tewas, seketika mereka menyerahkan dirinya mereka langsung ditembak mati tanpa memberikan kesempatan untuk berbicara atau melawan balik. Dalam waktu sekejap semua pasukan musuh tewas, gerbang utama sudah terbuka dan diambil alih oleh pasukan “Southlands”, dengan kondisi seperti ini, Priviina dan Marie melanjutkan operasi mereka, ditemani dengan pasukan yang masih hidup, sedangkan untuk gerbang utamanya akan diambil kendali oleh pasukan cadangan yang akan datang nantinya, sang Komandan menyisakan beberapa pasukan untuk menjaga gerbang utama masuk ke pabrik. Hancurnya pertahanan utama pasukan inti Corvelas, adalah sebuah momen paling menakjubkan dan menakutkan bagi Marie, dengan munculnya pasukan inti dan persenjataan mereka, Marie hampir saja mati ketakutan, tetapi seketika pasukan inti terhancurkan, ia merasa bangga dengan dirinya sendiri, ia merasa seakan seorang pahlawan perang.

Part ke-20 akan berakhir disini, dilanjut dengan chapter selanjutnya, chapter 21, (Season 3, Steel Factory of Hell)