Baru-baru saja dari bulan April lalu, berawal dari awal bulan April saya mulai mencoba mengkonsistensikan untuk membuat gambar setidaknya 1 karya dalam 2 hari, 2 hari dihabiskan untuk membuat gambarnya, hari pertama diawali dengan menggambar sketsa pada 1 setengah hari, dilanjut pada hari kedua, karya tersebut dipublikasikan. Ini adalah pengalaman paling menarik dan menakjubkan bagi saya sendiri, dalam masa libur lebaran saya dapat memproduksi jumlah karya yang cukup banyak, ditambah mendapat reaksi dari orang luar yang tertarik dalam konteks objek gambar yang sama, yaitu hewan antropomorfik atau dikenal dengan nama lainnya “furryart”. Dilakukannya kegiatan ini, sebenarnya berawal dengan alasan untuk meningkatkan jumlah “like” dari akun sosial media yang miliki, tetapi dibalik alasan ini untuk mendapatkan apresiasi dan verifikasi untuk kualitas gambar yang saya miliki, mendapatkan reaksi berupa “like” adalah sebuah motivasi saya untuk menggambar lebih berkualitas, sampai bisa mengincari kualitas gambar seniman favorit saya sendiri, yaitu “Lenyavok” di “twitter”.
Berhubungan dengan kualitas gambar, semenjak saya mencoba mempublikasikan karya di sosial media, saya dapat melihat perbandingan kualitas gambar dari bulan ke bulan, atau dari tahun 2019 semasa SMP sampai tahun 2022 di KPB kelas 11 (SMA kelas 2). Mengenal perbedaan ini, membantu saya mengenal sebeberapa banyak perubahan yang terjadi, dari peningkatan kualitas dan jenis gaya gambar yang digunakan pada awal-awal jaman saya menggambar di tahun 2019 sampai 2020, dimana saat dibandingkan dengan karya 2022, perbedaanya sangat jauh dan meningkat. Intinya dengan mencoba membandingkan karya lama dengan baru, dapat membantu memotivasi saya, demikian saya ingin untuk mencoba meningkatkan kualitas gambar saya, terutamanya melihat perbandingan karya tahun 2022 pada bulan Mei ini dengan hasil karya yang akan dibuat pada akhir tahun 2022, tahun 2023 dan untuk ke depannya sampai masuk dunia kerja, beberapa unsur yang diincar secara perbandingannya adalah kerapihan, “artstyle”, fleksibilitas pose, ekspresi karakter, teknik pewarnaan dan detail pewaranaannya.