AES059 Cerita Sarapan Hari Senin
Sanya
Monday December 9 2024, 10:04 PM
AES059 Cerita Sarapan Hari Senin

Hari senin, bukan hari favorit untuk sebagian orang. Entah kenapa hari senin jalanan lebih macet dari biasanya, lebih menguras tenaga dari hari lainnya. Tapi untukku hari apapun sama saja, asal tidak menyetir hahaha.

Hari yang panjang telah berlalu, pagi tadi ada obrolan seru yang tidak penting saat sarapan.

Aku dan Fajrin punya tempat kojo untuk sarapan. Kalau sudah mentok mencari-cari tempat sarapan hari ini mau dimana, pasti ujung-ujungnya kesana. Letaknya strategis ada di dekat sekolah adiknya Sei, parkirannya mudah, cepat saji dan tentu saja aku dan Fajrin doyan. Bakso tahu gerobakan yang mangkal di depan SD, di sebrang gedung pemerintahan.

Bakso tahunya enak dan murah porsinya juga banyak. Siapa yang tidak suka. Awal-awalnya ya biasa saja kami makan, bayar, pergi. Tidak ada yang menarik.

Akan tetapi belakangan ini ada yang janggal. Isian bakso tahunya tidak komplit. Kami datang sekitar pukul 08.00 masih pagi bukan? Masa iya sudah banyak yang habis, menyisakan sedikit pilihan saja. Ini terjadi bukan sekali dua kali. Sering!

Lama kelamaan kami penasaran kok masih pagi begini dagangannya sudah tidak komplit, si penjual hanya tertawa saja memberikan penjelasan yang tidak beralasan. Makinlah membuat kami penasaran.

Sepanjang perjalanan pulang setelah mengantar adik kami berdiskusi panjang. Mencoba menganalisis si akang penjual bakso tahu tadi.

Spekulasi pertama kami, si akang adalah intel. Hahahaha. Pakaiannya cukup rapi, dagangannya enak dan murah serta porsinya banyak. Agak tidak masuk akal. Tiap kami lewat situ si akang ya sibuk saja main hp. Menjual seadanya, kalau ada item yang habis tidak di refill! Santai sekali untuk seukuran pedagang gerobakan. Sus

Spekulasi kedua kami, si akang ini malas pulang ke rumah cepat-cepat kalau dagangannya cepat habis. Hahahaha. Teori aneh apa lagi ini. Bisa saja dia berjualan santai begitu karena malas cepat pulang. Bisa jadi istrinya akan bertanya “kenapa kok sudah pulang?” dan diserang berbagai pertanyaan lain yang mungkin si akang malas berdebat. Atau bisa jadi sang istri akan menambah jumlah dagangan perharinya jika si akang terlihat santai yang membuat si akang enggan cepat-cepat menghabiskan dagangannya. Kalau rutin pulang sore akan lebih terlihat ‘capek’ mencari nafkah. Konyol

Spekulasi ketiga kami, si akang ini sudah mencapai financial freedom alias tahu arti kata cukup. Mungkin saja dia sudah membagi porsi jualan pagi-siang-sore. Mengingat di sekitar itu adalah daerah jamahan PNS. Sarapan pagi, makan siang, pulang sore. Kalau tidak dibagi menjadi 3 kloter jualan dagangannya akan kurang fresh. Si akang sudah punya strategi penjualan yang efektif! Kami saja datangnya kesiangan, para PNS sudah menyerbu pagi hari sebelum jam presensi dimulai. Jadi ya kita yang datang setelahnya hanya kebagian bakso tahu ala kadarnya tidak kumplit. Cerdas

Nah selesailah analisa tidak penting kami hari ini. Ingat walaupun memikirkan sesuatu yang tidak penting, hal tersebut tetap memaksa otak kita bekerja, berpikir, menganalisa. Yah tidak apa-apa kan? Hitung-hitung refreshing. Capek juga memikirkan hal serius terus. Dibawa santai saja

joefelus
@joefelus   2 years ago
Atau si akang itu adalah sleeper yang menyamar atau malah teroris hahahahahaha. Pagi-pagi sudah terhibur :)
Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Wkwkwk... kemungkinan jualan itu hanya hobi ya. Jangan² dia itu stock trader yg sukses... 🤣
You May Also Like