Mudah sekali terjebak dalam cinta yang pudar merasa kehilangan sosok yang dicintainya selama ini, sepuluh bahkan belasan tahun kemudian. Terjebak cinta masa lalu. Merasa sosok yang hadir pada hari ini bukanlah rasa yang sama dengan masa lalu. Padahal setiap manusia pasti berubah, sedikit banyaknya perubahan menimbulkan kecemasan terhadap rasa cinta yang dirasa semakin pudar. Apakah begitu?
Rasanya setiap manusia pasti mempertanyakan hal tersebut. Apa yang hilang? Apa yang berubah?
Tumbuh berproses dalam waktu yang tak hingga. Menyadari sosok yang selama ini dicintainya berubah. Merasa tertinggal, tidak ikut serta dalam perubahan dinamisnya waktu bertumbuh. Melangkah maju, refleksi diri kadang membuat orang lain cemas akan perubahan.
Seperti pembaruan pada perangkat elektronik masa kini. Manusia terus membarui diri dengan pengalaman, kisah, pengetahuan dengan versi terbarunya. Sejalan dengan itu manusia akan menjadi versi terbarunya, meninggalkan diri yang lampau. Kemudian timbul pertanyaan, apakah mereka masih terjebak dalam ingatan cinta yang telah lalu atau mencintai diri yang terbaru. Keduanya bagai orang yang berbeda. Aku yang sekarang bukanlah aku yang kukenal dulu.
Lantas apakah kamu terjebak dalam rasa cinta masa lalu, menolak diri di masa kini. Tak ikut serta dalam proses membarui diri kemudian jatuh cinta kembali pada versi terbaru saat ini.
Teruslah jatuh cinta seirama dengan jalannya waktu.
Kalau kata saya sih, dulu itu cintanya belum dibebani biaya kontrakan, uang sekolah dan jajan anak-anak, kredit kendaraan, pajak kendaraan dll hahahahaha... Kalau dulu cuma yang indah-indahnya aja, sekarang dah ditambah realita hahahaha
Hahahahahaha belom aja bayar KPR puluhan tahun ya pak😂