AES046_Ngalor Ngidul
Tatha Wu
Tuesday May 12 2026, 12:00 AM

Aku pernah bilang ke beberapa temanku di Bandung, bahwa nanti saat aku pulang dari Temanggung, sepertinya akan menjadi Jawa (ngomong bahasa Jawa campur Indonesia) dengan nada bercanda. Tapi sekarang saat sudah di Temanggung, aku jadi mikir lagi, apakah benar-benar bisa bahasa Jawa nantinya? Soalnya mendengar obrolan warga disini saja sudah membingungkan, aku hanya paham sedikit dari Bahasa Jawa, itu pun Jawa yang bahasa sehari-hari. 

Walaupun Mamah ku itu orang Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Aku tidak bisa bahasa Jawa dengan baik dan lancar, mungkin karena aku lahir dan tumbuh di Bandung. Tapi ga juga sih, karena aku pun tidak terlalu bisa Bahasa Sunda, walaupun sudah hampir 17 tahun tinggal di Bandung. 

Kemarin kami sempat iseng datang ke Posyandu disini, karena ada pengumuman bahwa ada pengecekan kesehatan rutin sebulan sekali tiap hari Sabtu. Karena di komplek & daerah rumah kami masing-masing tidak ada Posyandu (atau kami memang belum tau). Saat kami datang ada beberapa ibu-ibu sedang mengobrol, tapi mereka menyempatkan diri untuk menyambut tamu yang datang, walaupun obrolan mereka sedang asik. Kalau dari yang aku dengar dan paham, mereka sedang membahas tentang caranya agar tidak punya anak lagi. Hmmm, aku ga berani deh bahas lanjut tentang ini 😅. Untungnya aku tidak terlalu paham, karena mereka menggunakan Bahasa Jawa yang halus. Dan mereka juga beruntung tidak ada yang paham betul apa yang dibahas, wkwkwkwk. Singkat cerita kita cuman sekedar berkenalan dan mencoba untuk menebak mereka bahas apa, lalu sesudah itu kami pun pulang ke rumah. 

Di Jawa Tengah itu unik yah, dari cara ngomong, logat khas yang medhok, dan juga orang-orangnya yang ramah. Ada satu hal yang paling unik buat aku, cara mereka menunjukkan arah suatu tempat. Ada yang bilang “nganan ngiri (kanan kiri)", ada yang pakai arah mata angin. Lor = Utara, Kidul = Selatan, Wetan = Timur, Kulon = Barat. Contohnya kemarin saat kita menanyakan salah satu rumah warga yang ingin kami datangi kapan-kapan, tetangga yang kami tanya jawab begini " Oh itu omahne ning Kulon iku toh, dari sini nganan tok, terus lurus wae” (translate: Oh rumahnya itu di Barat, dari sini belok ke kanan, terus lurus aja). Aku ngerti sih artinya, cuman kalau usah pake arah mata angin, bentarrrrr, Kulon itu Barat atau apa yak. 

Untungnya rata-rata warga sini bisa bahasa Indonesia dengan baik, kalau secara logika harusnya bisa karena mereka sering kedatangan mahasiswa-mahasiswi dari UMN. Intinya, Jawa Jawa Jawa (bangga maksudnya).

You May Also Like