Entah di jalan ataupun di sekitar lingkungan tempat kita tinggal banyak dijumpai orang-orang yang hidup tidak semestinya. Maksud tidak semestinya itu adalah, saya sering melihat orang yang sudah sepuh harus mengais barang bekas dari subuh hingga sore, padahal untuk berjalan pun sudah sangat lambat. Wah saya setiap melihat itu sakit hati saya, ingin rasanya berbuat sesuatu supaya si bapak bisa menikmati masa tua dengan semestinya saja. Huhuh… banyak yah kita lihat orang-orang yang untuk bisa makan setiap hari saja sudah Alhamdulillah. Dalam hati saya berdoa semoga lelahnya jadi ibadah, dimudahkan setiap langkah usahanya. Aamiin.
Peka itu dianggap sebagai hal yang sepele, padahal kalo kita sebagai manusia punya sifat peka pasti akan berdampak positif untuk lingkungan sekitar. Ikut merasakan apa yang orang lain rasakan/empati, peduli terhadap oranglain yang sedang kesusahan dan membantu sesama. Dengan kepekaan akan memudahkan hidup kita, karena “saling” melengkapi.
Ini pengingat saya sih sebenarnya untuk lebih peka lagi dengan sekitar. Peka dengan kehadiran orang-orang sekitar, keluarga, teman-teman dan orang-orang baru yang mengubah pandangan hidup saya secara luar biasa. Terkadang memang orang yang peka itu akan mudah tersinggung, sedih, atau marah. Tetapi disisi lain,mereka pun bisa dengan sangat mudah untuk merasa bahagia disebabkan oleh hal yang sederhana. Contohnya ketika saya tadi bergabung di kelas 7, saya sangat senang anak-anak masih mengingat saya sebagai calon kakak yang pernah observasi sebelumnya. Hehe..
Dengan peka juga kita akan mampu untuk menangkap hal-hal kecil yang sering terlewatkan. Seperti Kirana yang mengamati bunga yang tumbuh dipinggiran paving block. Kerenn…
Tidak banyak yang dapat ditulis hari ini, semoga dapat diambil manfaatnya bagi yang membaca. Selamat malam dan selamat beristirahat semua.
sumber gambar : dictio.id
Keren kak Tika. Nuhuun. 🙏🏼😊