Ada banyak sekali kata-kata indah, namun saya tak mampu merangkainya untuk menggambarkan kehangatan dan kesederhanaan yang istimewa di Selametan kemarin. Saya percaya, semua yang hadir tak hanya membawa diri mereka untuk kegiatan rutin sekolah. Namun semua menghadirkan hati untuk bersama-sama merawat rumah.
20 tahun bukan waktu yang singkat untuk menjadi rumah bagi setiap yang hadir. Tapi setiap sudut Semi Palar tak kurang luas untuk menyimpan banyak cerita dan cinta yang mengalir di setiap harinya. Ada banyak kisah dan rasa yang terus diukir di sana. Lapangan rumput selalu menjadi karpet ajaib yang hangat untuk setiap kaki-kaki mungil berlari bahkan dengan aman terjatuh di sana. Teater selalu jadi kolam impian dan imajinasi untuk semua orang bisa menggambar, membaca buku, memainkan ban, bahkan untuk duduk berjemur di sekitarnya. Pendopo selalu memeluk dengan teduh, bagi siapa saja yang berada dibawah atapnya, dengan tiang-tiang yang berdiri kokoh mengantarkan rasa aman untuk kita semua. Hutan ajaib, kebun, kolam ikan, bak pasir, bunga-bunga, pohon tabebuya, pohon kayu manis, dan semua yang hadir di sana masing-masing juga memberi dirinya untuk setiap kisah. 20 Tahun sudah mereka menjaga anak-anak dan semua keluarga Semi palar, dan hari ini kami kembali menyapa lantas bergantian untuk bersama-sama merawat mereka. Saya rasa merawat tempat kita bertumbuh sama halnya dengan merawat ingatan, untuk menyimpan lantas melahirkan kerinduan.
Benar saja, dari pagi semua keluarga bersama-sama merayakan hari dengan saling merawat. Berjalan kaki ke sekolah, tak menggunakan alas kaki di lingkungan sekolah. Hingga memasak, berkarya, dan membersihkan setiap sudut yang ada. Ini tak hanya cerita akhir pekan yang berubah seperti kegiatan 17 agustusan untuk membersihkan lingkungan sekitar. Selametan tahun ini menghadirkan benih-benih kebaikan yang ditabur di setiap sudut sekolah, lewat kerendahan hati untuk saling membantu membersihkan, merapikan, menjaga, menyiapkan kebutuhan makanan, hingga mengirimkan doa-doa baik untuk anak-anak dan tempat mereka bertumbuh. Hari kemarin rasanya seperti angin lembut di musim kemarau, terasa ringan, hangat, dan membawa aroma khasnya sendiri.
Semua orang menghadirkan diri untuk mengambil peran, warna dinding yang mulai pudar dengan seketika kembali pekat, rumput-rumput liar seolah tak memiliki banyak waktu untuk melihat sekelilingnya, daun kering, ranting, dan bunga-bunga yang berguruan dikumpulkan dan diantarkan ke tempat mereka semestinya berada. Air segar kembali menyapa tanah dan tumbuhan, dan masa dari huruf-huruf yang tertoreh di tiang-tiang pendopo sudah selesai.
Aroma sedap dari arah bengkel semakin tercium. Nasi kuning, hijau, ungu, putih, dirangkai menjadi simbol keagungan yang satu. Berdampingan dengan banyak makanan lain, sebagai tanda kehidupan yang saling melengkapi. Masing-masing hadir dengan rasa dan aroma yang berbeda, namun mengantarkan satu cita rasa yang menyatu.
Harapan-harapan baik dirangkai menjadi doa-doa untuk semua. Keindahan dicurahkan lewat kreativitas dan karya. Foto-foto keluarga dirangkai untuk menyelimuti hari yang baik. Dan kendi mengalirkan air sebagai tanda kesejukan.
Semua tangan menyambut kain biru dan bintang dengan gembira sekaligus haru. Anak-anak berlarian dengan penuh kebebasan dalam menentukan langkahnya. Tentu masih banyak yang perlu dibenahi layaknya di rumah. Masih kurang ini, dan kurang itu menurut padangan kita masing-masing. Namun satu hal yang saya percaya, mencintai tempat kita bernaung menjadi hal yang sederhana saat kita memberi hati di dalamnya. Dalam segala ketidak sempurnaannya, ada proses yang sempurna di dalamnya.
Selamat 20 Tahun rumah kami tersayang. Terima kasih sudah merawat setiap yang hidup di dalamnya dengan indah. Semoga segala cinta yang hadir, cerita yang lahir, dan hal-hal yang kita lalui bersama juga merawatmu selalu.
Terima kasih, terima kasih, terima kasih.
Selametan TP-20, Rumah Belajar Semi Palar
31 Agustus 2024
Amin, amin, amin... kak Yanti bilang sulit merangkai kata-kata, tapi begitu banyak untaian rasa yang terungkap dan ditumpahkan di sini. Terima kasih, terima kasih, terima kasih... 🙏🏼