Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, hingga sekarang dimana aku duduk di bangku kelas sebelas ini. Banyak sekali pengalaman yang aku lalui bersama teman-teman maupun saat sendiri. Saat duduk di kelas Sembilan ada berita mengejutkan yang banyak sekali orang tidak percaya. “Apakah ini hanya sebuah konspirasi?” Tanya dalam hati. Bahwa ternyata adanya pandemi virus Covid-19 yang sudah tersebar di berbagai provinsi di Indonesia dan terpaksa kami harus menaati anjuran pemerintah untuk melakukan pembelajaran secara daring hingga sekarang dimana aku sudah di kelas sebelas ini. Banyak sekali tantangan yang aku lalui entah pada saat kelas sepuluh maupun kelas sebelas ini.
Satu bulan lewat sudah masa pembelajaran di kelas sebelas ini. Dalam sebulan banyak sekali ilmu-ilmu yang aku dapat. Rasanya sangat berbeda pada saat melakukan proses pembelajaran antara kelas sepuluh dan kelas sebelas ini. Jika kelas sepuluh sendiri kinerja proyek masih dilakukan bersama-sama, namun di kelas sebelas ini tantangannya cukup berat menurutku. Aku merasakan bahwa pada kelas selebas ini lebih beras tanggung jawabnya. Perencanaan ide proyek sendiri apapun dilakukan secara sendiri. Pada kelas sepuluh aku belajar bahwa menjadi seseorang yang tidak egois. Ya, pada kelas sepuluh ini banyak kegiatan berkelompok. Jika salah satu anggota egois maka kinerja kelompok akan menurun drastis.
Disini aku belajar untuk menghargai pendapat, krtitik, dan pesan sesama anggota yang lain. Awal semester komunikasi kami bisa dibilang cukup buruk apa lagi dengan kedatangan anggota baru. Namun dengan dukungan Kakak dan sesama anggota kami pun bisa beradaptasi sedikit demi sedikit. Bisa dilihat pada presentasi final akhir kelas sepuluh. Jadawal yang sangat singkat membuat kami terburu-buru untuk menyiapkan bahan presentasi awal. Sebelum presentasi semua anggota berkomunikasi dengan baik, saling menolong satu dengan yang lain. Jika ada teman yang kesulitan membuka dan mencari bahan presentasi pastinya banyak yang membantu. Pada saat itu kami semua saling tolong menolong dan komunikasi kita pun terjalin dengan baik.
Pada kelas sebelas ini kami menjalannya yang namanya proyek mandiri. Pengerjaan proyek secara individu. Banyak rintangan yang aku lalui secara mandiri dan banyak materi baru yang aku dapat khusunya pada saat pembuatan proyek mengenai belajar cara bermain drum ini. Awal mula aku belum cukup percaya diri dengan proyek ini. Namun dengan mendalami Logframe yang aku buat maka kinerja proyek ini lebih terarahkan. Aku pun berharap dengan perancangan proyek ini aku bisa menjalankan dengan serius. Bisa mengulik sesuatu yang aku sendiri tertarik dan antusias dalam berprosesnya. Output proyek ini sendiri akan membuat sarana publikasi terkait progres selama aku berlatih dan berbagi pengalaman tips cara berlatih drum bagi orang-orang yang baru terjun ke dunia drum ini.
Menurutku proyek mandiri ini adalah sebuah ruang kegiatan yang mendalami sebuah kesukaan, minat, atau bakat kita yang nantinya anggota ini menerapkan ide cemerlang apa aja sih yang nantinya ia ingin perdalam. Salah satu contohnya aku sendiri, aku sempat kebingungan untuk memilih ide apa yang nantinya aku buat dalam proyek kali ini. Alhasil aku memilih untuk mendalami skill cara bermain drum dan bisa berbagi ilmu tersebut lewat video tips cara bermain drum dan memperlihatkan progres selama aku berlatih. Berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga bisa bermain drum dengan tektik-teknik yang benar.
Sekian dan terima kasih