AES05 Ngobrol
anaagustina08
Saturday March 8 2025, 5:04 PM

Rasanya nano nano bisa mengajar kembali di jenjang besar. Biasanya saya di jenjang kecil. Selama perjalanan saya mengajar di Smipa 12,5 tahun, saya banyak menghabiskan waktu dengan teman-teman kecil usia 7 sampai 10 tahun. Saat diberi kesempatan mengajar teman-teman usia 11-12 tahun, saya senang. Saya merasa bisa banyak ngobrol tentang banyak hal. Sebetulnya di jenjang kecil pun metode yang saya gunakan kurang lebih sama, namun sensasi ngobrol dengan anak yang memasuki usia pre-teen itu aduhai sekali. Saya banyak sekali belajar untuk mengenali mereka (teman-teman Kecak), baik secara personal maupun secara kelompok. 

Berbekal pengalaman, saya datang ke mereka dengan percaya diri. Penuh energi. Hihi. Satu demi satu, saya dekati dengan sering mengajak ngobrol. Ngobrol apa pun. Dengan keterbukaan saya kepada mereka, membuat mereka pun terbuka kepada saya dan partner saya di kelas. Kebetulan mereka (teman-teman Kecak) ini adalah anak yang senang mengobrol. Jadi cocok. Hehe. Sebetulnya saya mengambil contoh yang dilakukan oleh Paulo Freire yang menyatakan bahwa kunci keberhasilan sebuah sistem pendidikan adalah dengan dialog. Dialog di sini menitikberatkan pada komunikasi yang dilakukan dua arah secara aktif. Berarti dua pihak, baik itu antara guru dengan murid, guru dengan guru, guru dengan orang tua, murid dengan orang tua, maupun murid dengan murid.  dorang tua  Tidak hanya salah satu yang menjadi sentral. Bagi saya pribadi, ngobrol ini menjadi kunci untuk anak percaya kepada kita (orang dewasa), bahwa kita bisa menjadi pendengar yang baik, teman yang baik dan teladan yang baik. 

Andy Sutioso
@kak-andy   last year
Waah nuhun ka Ana. Dah lama ga baca tulisan ka Ana. Kalimat penutupnya bagus banget ka Ana. Nuhun 🙏🏼🤗
anaagustina08
@anaagustina08   last year
hihi nuhun @kak-andy selalu memberi stimulan untuk bisa menulis kembali. Rasanya memang banyak yang ingin ditulis, tapi ya begitulah lebih prioritaskan hal lain. hehe
You May Also Like