Selamat! Kamu telah menyelesaikan ujian ini. Tapi, sebelumnya, ada satu pertanyaan terakhir yang perlu kamu jawab. Jawabanmu atas pertanyaan ini akan memengaruhi seluruh hasil ujianmu. Karena, pada akhirnya, hanya jawabanmu di sinilah yang penting.
16. Kamu selalu mengaku senang bereksplorasi. Kenyataannya, kamu hanya bereksplorasi dalam ranah yang kamu ketahui, ranah yang familiar, di mana kamu tahu kamu tak akan salah. Padahal, kamu tidak pernah salah. Apa yang membuatmu begini?
a) Tahun pertamamu di sekolah. Kamu bermain bakiak bersama seorang Kakak. Temanmu berlarian di depan jalur lintasanmu. Kamu ingin mengingatkannya untuk hati-hati, untuk berawas-awas. “Awas–”, katamu, terpenggal cepat oleh teguran Kakak: “Bukan awas, tapi permisi.” Ini pertama kali kamu marah pada Kakak. Kamu tidak memaki teman, kamu hanya mengingatkan. Kamu tidak pernah salah.
b) Kakak mengangkat lembar jawab matematika, tulisan rapi, jawaban benar, menghitung luas bangun ruang dengan akurat. Satu-satunya yang kurang adalah nama. Tidak ada nama tertera di lembar jawab itu, luput dituliskan. Kamu mengaku itu milikmu. Seluruh kelas tertegun. Kamu merasakan malu dan sesal merayap ke tepian wajahmu. Kenapa bisa kamu lupa mengisi namamu? Kamu tidak pernah salah.
c) Kamu berhenti bertanya karena kamu sudah tahu. Kamu bisa mengira-ngira, bahwa kakek itu bertopang pada tongkatnya sedikit berbeda hari ini, karena dia jatuh tadi malam di kamar mandi, itu kenapa dahinya memar dan kemungkinan pahanya juga di bawah sarung hijaunya. Kamu tahu, anak-anak dari keluarga itu datang pagi sekali karena rumah mereka begitu jauh dan terancam macet. Kamu tahu karena kamu mengamati, karena kamu menghabiskan waktumu dengan berimajinasi. Kamu berhenti bertanya, karena kalau kamu bertanya dan tahu bahwa imajinasimu salah, maka kamu akan tahu kamu tidak tahu. Kamu tidak pernah salah.
d) Kamu berhenti bertanya karena kamu takut. Kamu tidak suka dibilang salah. Kamu tidak suka dibilang tidak tahu. Kamu selalu benar, dan memang seharusnya begitu, dan begitulah kamu harus dipandang. Maka kamu berhenti, dan kamu menipu diri dengan pengetahuanmu. Padahal, jauh di dalam dirimu, kamu tahu kamu bohong. Padahal, untuk menyadari ini pun, kamu harus dipantik dari luar. Kamu tidak tahu apa-apa. Kamu tidak pernah tidak pernah salah.
Hasil dari ujian ini akan dikirimkan padamu oleh semesta pada waktu yang tepat.