Artikel Merapi, Boyolali
Gunung Merapi adalah gunung api yang aktif, gunung Merapi berada di Provinsi Jawa tengah dan Sebagian masuk kedalam Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketinggian merapi saat ini yaitu 2.930 meter diatas permukaan laut (mdl). Ketinggian G Merapi tidak pernah tetap, hal ini bergantung dari kondisi setelah erupsi atau letusan. Setiap kali letusan akan membuat bentuk puncak Merapi berubah, karena beberapa bagian puncak Merapi hancur. Gunung merapi sendiri berada di Boyolali , desa Selo, Jawa Tengah.Di Indonesia ada beberapa gunung berapi aktif diantaranya adalah gunung Merapi, Marapi, Bromo, Tangkuban perahu, gunung Kelud dan lain lainya.
gunung Merapi memiliki beberapa mitos diantaranya adalah
Eyang Antaboga: eyang ini yang kata sosok yang menahan gunung merapi agar tidak runtuh, konon eyang Antaboga adalah sosok yang menyerupai awan berbentuk naga akibat erupsi
Eyang SapuJagad: konon katanya eyang satu ini adalah penunggu kawah merapi
Eyang Megantara: sosok ini yang mengatur keseimbangkan cuaca disekitar puncak merapi menggunakan kuda terbang
Letusan G.Merapi mempunyai karakter yang unik oleh sebab itu letusan type Merapi. Letusan type Merapi selalu terjadi dengan adanya luncuran partikel padat yang diselimuti oleh gas panas, fenomena ini biasa disebut letusan awan panas yang seperti gulungan awan atau bagi penduduk disekitar G. Merapi disebut WEDUS GEMBEL ( rambut domba).
Cerita dan dokumentasi tentang letusan Merapi di simpan di Museum Merapi di Yogyakarta.
Dalam mencari informasi dan mempelajari gunung Berapi para ilmuwan melakukan penelitian gunung merapi dengan alat yang sangat khusus dan cara-cara yang sangat khusus.
Hasil penelitian tersebut digunakan sebagai dasar pemikiran mitigasi bencana letusan gunung Merapi di daerah sekitar gunung Merapi. Fungsi Mitigasi di sekitar Gunung Merapi untuk memberikan pengajaran kepada penduduk sekitar Merapi agar mereka paham bila gejala ge+sdan tanda tanda gunung Merapi akan Meletus, dengan tujuan masyarakat yang tinggal disekitar gunung Merapi dapat menyelapamakan diri sesegera mungkin.
Selain meneliti ahli vulkanologi membuat museum yang bercerita tentang gunung merapi, pada museum itu diceritakan dampak letusan dan apa yang terjadi pada gunung yang sudah meletus, di museum juga ada keterangan tentang batuan dan hasil penelitian geologi mereka, selain itu di museum tersebut ada sebuah dokumentasi tentang meletusnya gunung merapi.
Aktivitas Gunung Merapi dan sekilas catatan aktivitas gunung Merapi.
Letusan Merapi Pertengahan, berlangsung 8.000 – 2.000 tahun lalu. Tahap ini ditandai dengan terbentuknya kerucut-kerucut tinggi, yang sekarang disebut Bukit Gajahmungkur dan Batulawang, terletak di lereng utara, yang tersusun dari lava andesit. Proses pembentukan pada masa ini ditandai dengan aliran lava, breksiasi lava, dan awan panas( kalau di bahasa jawa gedus gembel) . Aktivitas Merapi telah bersifat erupsi efusif (lelehan) dan eksplosif. Diperkirakan juga terjadi letusan eksplosif dengan runtuhan material ke arah barat yang meninggalkan morfologi tapal kuda dengan panjang 7 km, lebar 1–2 km dengan beberapa bukit di lereng barat. Kawah Pasar Bubrah (di lereng sisi utara) diperkirakan terbentuk pada masa ini. Puncak Merapi yang sekarang, Puncak Anyar ("baru"), mulai terbentuk sekitar 2.000 tahun yang lalu. Dalam perkembangannya, diketahui terjadi beberapa kali letusan eksplosif dengan berdasarkan pengamatan lapisan tefra.
Periode Merapi Baru (2000 tahun lalu s.d sekarang) adalah yang masih berlangsung. Pada tahap ini terbentuk kerucut puncak Merapi modern (Gunung/Puncak Anyar) di bekas kawah Pasar Bubrah; proses dimulai sekitar 2000 tahun yang lalu. Tahap ini sangat aktif dan berkali-kali mempengaruhi perubahan peradaban penduduk yang tinggal di sekitarnya. Karakteristik letusan sejak 1953 adalah desakan lava ke puncak kawah disertai dengan keruntuhan kubah lava secara periodik dan pelepasan awan panas yang biasanya turun di lereng gunung tetapi dapat pula menyembur vertikal ke atas. Letusan tipe Merapi ini secara umum tidak mengeluarkan suara ledakan tetapi desisan.
Kubah puncak yang ada sampai 2010 adalah hasil proses yang berlangsung sejak letusan gas 1969. Kubah ini runtuh pada letusan 2010, menimbulkan bukaan ke arah tenggara Pakar geologi pada tahun 2006 mendeteksi adanya ruang raksasa di bawah Merapi berisi material seperti lumpur yang "secara signifikan menghambat gelombang getaran gempa bumi". Para ilmuwan memperkirakan material itu adalah magma. Kantung magma ini merupakan bagian dari formasi yang terbentuk akibat menunjamnya Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng
Gunung merapi memiliki 1 kawah yaitu di dalam gunung itu sendiri, Badan Geologi memperkirakan telah terbentuk kawah dengan diameternya 400 meter. Ada fakta menarik bagi orang orang yang mendaki ke merapi, 60 persen orang akan mendaki dari selo karena tempat itu adalah jalur terpendek dengan medan terbuka relatif mudah untuk ke puncak Merapinya. Gunung merapi sudah meletus 68 kali dari perhitungan para ahli geologi Sejak tahun 1768, sudah tercatat lebih dari 80 kali letusan terjadi di gunung ini. Di antara letusan tersebut, merupakan letusan besar yaitu periode abad XIX (letusan tahun 1768, 1822, 1849, 1872) dan periode abad XX yaitu 1930-1931. Erupsi abad XIX intensitas letusannya relatif lebih besar, sedangkan letusan abad XX frekuensinya lebih sering. Kemungkinan letusan besar terjadi sekali dalam 100 tahun.erupsi abad ke-19 jauh lebih besar dari letusan abad XX, di mana awan panas mencapai 20 kilometer dari puncak. Aktivitas Merapi pada abad XX terjadi minimal 28 kali letusan, di mana letusan terbesar terjadi pada tahun 1931. Sudah tiga perempat abad tidak terjadi letusan besar.
Letusan besar bisa bersifat eksplosif dan jangkauan awan panas mencapai 15 kilometer. Letusan gunung ini sejak 1872-1931 mengarah ke barat-barat laut. Namun, sejak letusan besar 1930-1931, arah letusan dominan ke barat daya sampai dengan letusan 2001. Kecuali pada letusan 1994, terjadi penyimpangan ke arah selatan yaitu ke hulu Kali Boyong, terletak antara bukit Turgo dan Plawangan. Erupsi terakhir pada 2006, terjadi perubahan arah dari barat daya ke arah tenggara, dengan membentuk bukaan kawah yang mengarah ke Kali Gendol. selain memiliki letusan yang banyak ada orang yang sangat sering ke puncak merapi lalu balik lagi orang itu bernama Setiap letusan merapi ada plus minusnya(positif dan negatif)
Negatif:
-menimbulkan kerusakan yang besar
-membuat banyak mahluk hidup mati
Positif:
-abu vulkaniknya membuat tumbuhan tumbuhan yang disekitarnya menjadi subur
-Walaupun hutan telah rusak, dalam waktu beberapa bulan akan tumbuh pepohonan lagi sehingga akan terbentuk hutan baru
Gambar rumah yang abu vulkanik dari merapi
erupsi 2 tahun 2010 (bukan erupsi besar)