Pernah dengar peribahasa ini? Aku yakin semua yang membaca AES ini pasti sudah familiar. Kalau diartikan secara sederhana, segala sesuatu yang hilang pasti ada gantinya. Dulu peribahasa ini sering digunakan untuk membakar semangat mengingatkan kita bahwa kalau satu orang tumbang, masih ada ribuan yang siap berdiri. Tapi kalau kita lihat dalam konteks kehidupan, peribahasa ini terasa lebih dalam.
Artinya sebagus apa pun kita di dunia ini, akan selalu ada yang menggantikan bisa jadi lebih baik, bisa juga lebih buruk. Lihatlah dunia bisnis, selebriti, atau bahkan sepak bola. Dulu kita pikir pemain sehebat Ronaldo dan Messi gak bakal ada gantinya, tapi lihat sekarang ada Mbappé dan Haaland yang mulai naik menggantikan era mereka. Begitu juga dalam kehidupan pribadi, tempat kerja kita? Akan ada yang menggantikan, posisi kita di organisasi? Akan ada yang mengambil alih,
bahkan dalam pertemanan atau hubungan pasti ada datang dan pergi silih berganti seperti musim.
Apakah ini berarti kita gak penting? Sama sekali gak. Tapi ini pengingat bahwa kita pasti akan selalu melekat pada sesuatu yang fana. Setiap pertemuan akan ada perpisahan, setiap kesuksesan bisa digantikan oleh yang lebih hebat, setiap kegagalan bisa membuka pintu untuk kesempatan lain. Jadi kalau suatu hari kita kehilangan sesuatu, mungkin bukan akhir dari segalanya. Mungkin ini hanya siklus alam karena yang hilang akan tergantikan, dan yang tumbuh bisa jadi lebih kuat dari sebelumnya.