"Cause you bring out the best in me..like no one else can do. That's why I'm by your side.. That's why I love you" (Best In Me - Blue)
Millenials mungkin tidak asing dengan lagu di atas. Lagu yang dinyanyikan oleh boy band asal Inggris, Blue.
Ketika saya yang masih remaja mendengar lagu itu, yang ada di pikiran saya adalah lagu tersebut cocok untuk ditujukan ke pacar/pasangan yang vibe-nya positif. Tapi, ketika sekarang saya telah menjadi orang tua dan mendengar kembali lagu tersebut, kok sepertinya lagu itu pas untuk ditujukan ke anak-anak saya ya? 🤔
Mungkin istilah "anak adalah guru orang tua-nya" sudah biasa didengar dan juga dirasakan oleh banyak orang tua. Tapi sejujurnya, saya baru bisa memaknainya belum lama ini. Kalau dulu, sepertinya hanya merasa "setuju" saja dengan istilah tersebut. Iya, memang..anak tuh mengajarkan sabar, mengajarkan arti tidak putus asa, dll.. tapi ya sudah, begitu saja.
Sampai akhirnya salah satu anak saya beranjak remaja dan kondisi tersebut membuat memori-memori, ketakutan dan kekhawatiran-kekhawatiran di masa saya remaja terpanggil kembali. Proses membersamai anak remaja saya ternyata pada akhirnya bisa menjadi proses untuk saya menyembuhkan diri saya sendiri dari trauma-trauma dan kekhawatiran di masa remaja dulu.
Seperti kutipan yang Kak Andy sampaikan di Ngobras (Ngobrol Bareng ala Smipa) pagi tadi, "Ketika murid siap, guru datang".. Mungkin ya seperti ini lah. Ketika saya merasa siap membersamai si anak remaja, diberikanlah anak remaja yang menyentil memori-memori terdahulu. Yang pada akhirnya, saya bisa bertumbuh, sembuh (healed), dan menjadi diri dengan versi yang lebih baik.
Jadi, bener kan? Lagu itu cocok juga untuk ditujukan ke anak? 😁